ADVERTISEMENT

International Updates

Nupur Sharma Diancam Dibunuh Usai Hina Nabi, Dibela Politikus Belanda

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jun 2022 18:01 WIB
This picture taken on September 6, 2008, shows the then student leader Nupur Sharma (C) celebrating her win in students election in New Delhi. - Comments by Bharatiya Janata Party spokeswoman Nupur Sharma last week on May 26, 2022, describing the prophet Mohammeds relationship with his youngest wife have sparked furore among Muslims. (Photo by AFP)
Politikus India, Nupur Sharma, dalam foto tahun 2008 saat dia masih menjadi pemimpin mahasiswa (dok. AFP)

- Politikus India Nupur Sharma Cabut Pernyataan yang Dianggap Hina Nabi

Mantan juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India, Nupur Sharma, mencabut komentarnya dalam perdebatan di televisi yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. Hal itu dilakukan Sharma usai ucapannya menuai kritik berbagai pihak.

Seperti dilansir Hindustan Times, Kamis (9/6/2022), Sharma yang berusia 37 tahun ini telah dinonaktifkan dalam jabatannya sebagai jubir BJP yang merupakan partai yang menaungi Perdana Menteri (PM) Narendra Modi ini. Pihak BJP juga menegaskan bahwa komentar Sharma bertentangan dengan posisi partai.

Komentar Sharma yang menuai kontroversi itu disampaikan dalam sebuah acara debat di televisi setempat membahas soal Masjid Gyanvapi di Varanasi. Komentar yang disampaikan pada akhir Mei itu menuai kecaman luas di India, bahkan hingga memicu kerusuhan di Kanpur, Uttar Pradesh, pekan lalu.

Menyadari komentarnya menuai reaksi negatif, Sharma menegaskan dirinya mencabut pernyataannya itu. Sharma menyatakan dirinya tidak pernah berniat melukai sentimen agama siapapun.

- Dikecam Usai Hina Nabi, Nupur Sharma Dibela Politisi Belanda Geert Wilders

Politisi India, Nupur Sharma, yang dikecam gara-gara menghina Nabi Muhammad SAW mendapat dukungan dari politisi kontroversial Belanda, Geert Wilders. Wilders yang selama ini dikenal anti-Islam, menyerukan publik India menggelar aksi mendukung Sharma.

Dilansir Times of India dan India Today, Kamis (9/6/2022), Sharma telah dinonaktifkan sebagai juru bicara Partai Bharatiya Janata (NJP) yang berkuasa di India dan menaungi Perdana Menteri (PM) Narendra Modi atas komentar kontroversial yang dilontarkannya dalam acara debat televisi pada akhir Mei lalu.

Di tengah gelombang protes dan kecaman itu, Wilders yang dikenal kontroversial secara terang-terangan menyatakan dukungan untuk Sharma. Dalam pernyataannya, Wilders menyebut kebebasan sedang dipertaruhkan, dengan negara demokrasi seperti India dan Belanda, negaranya sendiri, memiliki aturan hukum dan pengadilan untuk memutuskan apakah seseorang telah melampaui batas, bukan massa yang mengancam akan membunuh siapapun.

"Anda boleh menyukai atau tidak menyukai apa yang dikatakannya (Sharma-red), tapi dia memiliki hak untuk berbicara," ucap Wilders yang merupakan anggota parlemen Belanda, sembari menegaskan bahwa kebebasan berbicara menjadi salah satu nilai terpenting dalam demokrasi.

- Perang Makin Sengit, Donbas Ukraina Terancam Dikuasai Penuh Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan nasib wilayah Donbas kini bergantung pada pertempuran sengit yang terus berlangsung antara pasukan Kiev dan Moskow di kota industri Sievierodonetsk. Zelensky menyebut kota Sievierodonetsk 'tetap menjadi pusat konfrontasi di Donbas'.

Seperti dilansir CNN, Kamis (9/6/2022), Sievierodonetsk diketahui menjadi kota terbesar yang masih dikuasai Ukraina di wilayah Luhansk. Kota ini harus bisa direbut jika Rusia ingin mencapai tujuannya menguasai seluruh wilayah Luhansk.

Zelensky dalam pernyataan terpisah menyebut pertempuran di kota industri itu sangat sulit. "Ini adalah pertempuran yang sangat sengit, sangat sulit," ucapnya.


(nvc/nvc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT