ADVERTISEMENT

Dikecam Usai Hina Nabi, Nupur Sharma Dibela Politisi Belanda Geert Wilders

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jun 2022 12:50 WIB
Nupur Sharma (Photo: Facebook via India Today)
Politikus India Nupur Sharma yang menuai kecaman atas ucapannya yang menghina Nabi Muhammad (Facebook via India Today)
New Delhi -

Politisi India, Nupur Sharma, yang dikecam gara-gara menghina Nabi Muhammad SAW mendapat dukungan dari politisi kontroversial Belanda, Geert Wilders. Wilders yang selama ini dikenal anti-Islam, menyerukan publik India menggelar aksi mendukung Sharma.

Dilansir Times of India dan India Today, Kamis (9/6/2022), Sharma telah dinonaktifkan sebagai juru bicara Partai Bharatiya Janata (NJP) yang berkuasa di India dan menaungi Perdana Menteri (PM) Narendra Modi atas komentar kontroversial yang dilontarkannya dalam acara debat televisi pada akhir Mei lalu.

Dalam pernyataan via Twitter pada 5 Juni lalu Sharma mencabut pernyataannya. Dia juga mengakui komentar kontroversialnya dilontarkan dalam kemarahan saat berdebat membahas kasus Masjid Gyanvapi di Varanasi, yang sejak lama memicu perselisihan antara umat Hindu dan Muslim di India.

Terlepas dari itu, komentar kontroversial Sharma telah memicu kerusuhan di Kanpur, Uttar Pradesh, juga menuai aksi protes di beberapa wilayah India yang menuntut agar dia ditangkap. Banyak negara, termasuk Indonesia, juga melayangkan protes kepada India atas komentar kontroversial Sharma itu.

Di tengah gelombang protes dan kecaman itu, Wilders yang dikenal kontroversial secara terang-terangan menyatakan dukungan untuk Sharma. Dalam pernyataannya, Wilders menyebut kebebasan sedang dipertaruhkan, dengan negara demokrasi seperti India dan Belanda, negaranya sendiri, memiliki aturan hukum dan pengadilan untuk memutuskan apakah seseorang telah melampaui batas, bukan massa yang mengancam akan membunuh siapapun.

"Anda boleh menyukai atau tidak menyukai apa yang dikatakannya (Sharma-red), tapi dia memiliki hak untuk berbicara," ucap Wilders yang merupakan anggota parlemen Belanda, sembari menegaskan bahwa kebebasan berbicara menjadi salah satu nilai terpenting dalam demokrasi.

Wilders mengecam negara-negara Arab yang kritis terhadap India karena ucapan kontroversial Sharma. Dia menyebut negara-negara itu 'munafik' dengan menyinggung perlakuan mereka terhadap kelompok minoritas di negara mereka sendiri, dan menyebut negara-negara itu memiliki rekam jejak yang buruk untuk penegakan hak asasi manusia (HAM).

Simak Video 'Gelombang Aksi Unjuk Rasa Merebak Buntut Politisi India Hina Nabi Muhammad':

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT