Presenter Wanita Afghanistan Terpaksa Tutup Wajah Gegara Taliban

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 22 Mei 2022 21:15 WIB
Taliban Ingin Melindungi Hak Perempuan di Afghanistan. Apa yang Mereka Maksudkan?
Ilustrasi Perempuan di Afghanistan (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

Taliban yang kini menguasai Afghanistan kembali memberikan aturan bagi wanita. Kali ini, otoritas Taliban meminta presenter perempuan untuk menutupi wajahnya saat siaran.

Dilansir Reuters, Kamis (19/5/2022), langkah itu dilakukan beberapa hari setelah pihak berwenang memerintahkan perempuan untuk menutupi wajah mereka di depan umum. Aturan ini kembali ke kebijakan garis keras Taliban di masa lalu dan eskalasi pembatasan yang menyebabkan kemarahan di dalam dan luar negeri.

Pihak Taliban mengatakan telah bertemu dengan para pejabat media dan meminta untuk memastikan bahwa presenter perempuan mereka di stasiun lokal menutupi wajah mereka saat siaran. Pihak Taliban mengaku hal ini diterima dengan gembira.

"Kemarin kami bertemu dengan pejabat media, mereka menerima saran kami dengan sangat gembira," kata juru bicara Kementerian Kebaikan dan Kebajikan Taliban, Akif Mahajar, yang menambahkan langkah ini akan diterima dengan baik oleh warga Afghanistan.

Dia menyebut langkah itu sebagai 'saran'. Namun Mahajar mengatakan pihaknya memberi batas waktu untuk menutup wajah presenter wanita adalah 21 Mei.

"Tanggal terakhir untuk penutup wajah untuk presenter TV adalah 21 Mei," ujarnya.

Mahajar tidak menanggapi pertanyaan terkait apa konsekuensinya jika tidak mengikuti saran tersebut. Sebagian besar wanita Afghanistan mengenakan jilbab karena alasan agama, tetapi banyak di daerah perkotaan seperti Kabul tidak menutupi wajah mereka.

Mahajar mengatakan presenter wanita bisa memakai masker wajah medis, seperti yang telah banyak digunakan selama pandemi COVID-19.

Seorang karyawan wanita saluran televisi lokal, yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan pejabat Taliban telah mengunjungi kantor mereka.

"Hari ini (Kamis) bagian produksi pakai masker tapi kantor berita tetap berjalan seperti biasa," kata karyawan tersebut. Beberapa saluran sudah mulai menerapkan aturan baru.

Presenter TV Afghanistan terpaksa tutupi wajah saat siaran. Simak halaman selanjutnya