Taliban Bubarkan Komisi HAM Afghanistan, Ini Alasannya

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 18:57 WIB
Taliban fighters stand guard at the death anniversary event of Mullah Mohammad Omar, the late leader and founder of the Taliban, in Kabul, Afghanistan, April 24, 2022. REUTERS/Ali Khara
Taliban (Foto: REUTERS/ALI KHARA)
Jakarta -

Pemerintah Taliban pada hari Selasa (17/5) mengumumkan pembubaran komisi hak asasi manusia (HAM) independen Afghanistan karena dianggap "tidak perlu".

Dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (17/5/2022), sejak kelompok garis keras merebut kekuasaan Agustus tahun lalu, mereka telah menutup beberapa badan yang melindungi kebebasan warga Afghanistan, termasuk komisi pemilihan dan kementerian urusan perempuan.

"Kami memiliki beberapa organisasi lain untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan hak asasi manusia, organisasi yang terkait dengan peradilan," kata wakil juru bicara pemerintah Taliban, Inamullah Samangani kepada AFP, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pekerjaan komisi HAM tersebut, yang termasuk mendokumentasikan korban sipil dari perang dua dekade di Afghanistan, dihentikan ketika Taliban menggulingkan pemerintah yang didukung AS tahun lalu, dan para pejabat tinggi badan tersebut meninggalkan negara itu.

Dewan Keamanan Nasional dan sebuah dewan rekonsiliasi yang mempromosikan perdamaian juga ditutup pada akhir pekan lalu, saat pemerintah mengumumkan anggaran tahunan pertamanya.

"Departemen-departemen ini dianggap tidak perlu, jadi sudah dibubarkan. Tapi ke depan jika dibutuhkan maka bisa kembali beroperasi," kata Samangani.

Taliban menghadapi defisit keuangan sekitar 44 miliar Afghanistan (sekitar US$ 500 juta) di negara yang hampir seluruhnya bergantung pada bantuan asing itu.

Heather Barr, direktur asosiasi hak-hak perempuan di Human Rights Watch, mengatakan terkejut melihat penutupan badan-badan tersebut.

"Sangat penting untuk memiliki tempat untuk didatangi guna meminta bantuan dan untuk menuntut keadilan," tulisnya di Twitter.

Taliban sebelumnya menjanjikan aturan yang lebih lunak daripada rezim pertama mereka dari tahun 1996 hingga 2001. Namun, faktanya, Taliban terus mengikis kebebasan banyak warga Afghanistan, terutama kaum perempuan yang menghadapi pembatasan dalam pendidikan, pekerjaan, dan pakaian.

Simak juga 'Taliban Wajibkan Burqa, Wanita Afghanistan Turun ke Jalan':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)