Klaim Kemenangan dari Rusia dan Akhir Pertempuran di Mariupol Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 20:08 WIB
Rusia klaim pegang kendali atas Mariupol usai pengepungan selama berminggu-minggu. Kendali itu terlihat di pabrik baja Mariupol yang dijaga ketat pasukan Rusia.
Kondisi Pabrik Baja di Mariupol (Foto: AP Photo)
Moskow -

Rusia menyebut ribuan tentara Ukraina di Mariupol telah menyerah. Rusia pun mengklaim pertempuran di Mariupol telah berakhir.

Tanda-tanda pasukan Ukraina di Mariupol menyerah ke Rusia sudah terlihat sejak Senin (16/5/2022). Saat itu, pasukan Ukraina di benteng terakhir Mariupol mulai dievakuasi.

Hal itu dinilai sebagai tanda Ukraina menyerahkan kendali atas Mariupol ke Rusia. Para tentara Ukraina itu dievakuasi usai 82 hari mencoba bertahan dari gempuran Rusia.

Dilansir Reuters, Wakil Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan 53 tentara yang terluka dari pabrik baja Azovstal dibawa ke sebuah rumah sakit di kota Novoazovsk yang dikuasai Rusia, sekitar 32 kilometer ke timur.

211 orang lainnya dibawa ke kota Olenivka, di daerah yang dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia. Wakil Menteri Pertahanan Anna Malyar menyebut semua pengungsi akan dikenakan pertukaran tahanan potensial dengan Rusia.

Ada lima bus yang membawa pasukan dari Azovstal tiba di Novoazovsk pada Senin malam. Beberapa tentara yang dievakuasi terluka dan dibawa keluar dari bus dengan tandu. Sekitar 600 tentara diyakini berada di dalam pabrik baja tersebut.

"Kami berharap kami dapat menyelamatkan nyawa orang-orang kami," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato larut malam.

"Ada yang terluka parah di antara mereka. Mereka menerima perawatan. Ukraina membutuhkan pahlawan Ukraina hidup-hidup," sambungnya.

Militer Ukraina mengatakan telah 'memerintahkan komandan unit yang ditempatkan di Azovstal untuk menyelamatkan nyawa personel' dan pasukan di sana telah memenuhi misi tempur mereka. Upaya menyelamatkan pasukan yang masih di dalam juga dilakukan.

Pasukan Ukraina mengatakan mereka bertahan di Azovstal selama 82 hari dan mengulur waktu bagi seluruh Ukraina untuk memerangi pasukan Rusia. Pasukan Ukraina juga mengklaim mereka mengamankan senjata Barat yang dibutuhkan untuk menahan serangan Rusia.

Namun, evakuasi ini dinilai sebagai tanda berakhirnya pertempuran terpanjang dan paling berdarah dari perang Ukraina. Evakuasi itu juga dinilai sebagai kekalahan yang signifikan bagi Ukraina.

Mariupol sekarang berada dalam reruntuhan setelah pengepungan Rusia yang menurut Ukraina menewaskan puluhan ribu orang di kota itu. Sejak Rusia melancarkan invasi pada Februari, kehancuran Mariupol telah menjadi simbol kemampuan Ukraina untuk menahan invasi Rusia dan penghancuran kota-kota Ukraina yang bertahan oleh Rusia.

Evakuasi terjadi beberapa jam setelah Rusia mengatakan setuju untuk mengevakuasi tentara Ukraina yang terluka ke fasilitas medis di Novoazovsk. Pembela terakhir Azovstal telah bertahan selama berminggu-minggu di bunker dan terowongan yang dibangun jauh di bawah tanah untuk menahan perang nuklir.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.