Menlu Inggris: Putin Permalukan Dirinya Sendiri di Panggung Dunia!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 16:34 WIB
Russian President Vladimir Putin listens to St. Petersburgs governor Alexander Beglov during their meeting in the Kremlin in Moscow, Russia, Tuesday, March 1, 2022. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Berlin -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Liz Truss menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin telah 'mempermalukan dirinya sendiri di panggung dunia'. Truss juga mencetuskan agar gelombang sanksi untuk Moskow terus berlanjut selama pasukan Putin masih ada di wilayah Ukraina.

Seperti dilansir Sky News, Jumat (13/5/2022), pernyataan itu disampaikan Truss dalam pertemuan para Menlu negara-negara anggota G7 pada Kamis (12/5) waktu setempat. Dia juga menyerukan agar sekutu-sekutu internasional bertindak 'lebih jauh dan lebih cepat' dalam mendukung Ukraina dan menangkal Putin.

"Putin mempermalukan dirinya sendiri di panggung dunia. Kita harus memastikan dia menghadapi kekalahan di Ukraina yang membuatnya tidak mendapatkan keuntungan apapun dan pada akhirnya membatasi agresi lebih lanjut," tegas Truss dalam pertemuan tersebut.

"Untuk membantu Ukraina, kita perlu melangkah lebih jauh dan lebih cepat," imbuhnya.

Truss menyerukan agar negara-negara menyepakati bahwa pembatasan harus tetap berlaku hingga ada penarikan sepenuhnya dan perdamaian disepakati. Hal serupa, sebut Truss, berlaku untuk bantuan finansial dan teknis guna membantu Ukraina membangun kembali.

Dalam pertemuan itu, Truss juga berargumen bahwa Ukraina membutuhkan 'jalur yang jelas' untuk mendapatkan peralatan standar NATO, termasuk penyediaan segera peluru artileri yang sangat dibutuhkan, juga pelatihan dan keahlian anggota-anggota NATO, dan rencana transisi ke peralatan ini pada akhir musim panas.

"Keamanan jangka panjang terbaik untuk Ukraina akan datang dari kemampuannya mempertahankan diri. Itu berarti memberikan Ukraina jalur yang jelas menuju peralatan standar NATO," cetusnya.

Para menteri G7 itu juga bertemu dengan Menlu Ukraina dan Moldova dalam pertemuan di Schleswig-Holstein, Jerman, pada Kamis (12/5) malam, untuk membahas bagaimana kedua negara itu didukung dalam menghadapi agresi Rusia.

Moldova diketahui berada dalam status siaga menyusul rentetan ledakan baru-baru ini di wilayah Transnistria yang memisahkan diri dan dikuasai separatis pro-Rusia. Transnistria diketahui berbatasan dengan wilayah Ukraina.

Lihat juga Video: Finlandia Segera Bergabung dengan NATO

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)