Inggris-Prancis Serukan Lebih Banyak Senjata untuk Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 15:02 WIB
Perang di Ukraina masih belum usai sejak Rusia serang negara itu pada 24 Februari 2022 lalu. Pada akhir pekan lalu, serangan udara hancurkan sekolah di Luhansk.
kerusakan di Ukraina akibat serangan Rusia (Foto: State Emergency Services/Handout via REUTERS)
Jakarta -

Inggris mendesak sekutu-sekutu untuk terus mempersenjatai Ukraina dan meningkatkan sanksi terhadap Rusia. Hal ini disampaikan saat negara-negara industri Kelompok Tujuh (G7) mengadakan pertemuan di Jerman utara pada hari Jumat (13/5).

"Saat ini sangat penting bagi kita untuk terus menekan Vladimir Putin dengan memasok lebih banyak senjata ke Ukraina, dengan meningkatkan sanksi," kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss saat dia tiba untuk pembicaraan hari kedua dengan rekan-rekan G7-nya.

"Persatuan G7 sangat penting selama krisis ini," imbuhnya seperti dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (13/5/2022).

Senada dengan itu, Prancis pada hari Jumat (13/5) mengatakan negara-negara G7 berkomitmen untuk membantu Ukraina memenangkan perangnya melawan Rusia.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan negara-negara G7 "sangat kuat bersatu" dalam keinginan mereka untuk "terus dalam jangka panjang mendukung perjuangan Ukraina untuk kedaulatannya sampai kemenangan Ukraina".

Para menteri luar negeri G7 bertemu selama tiga hari di resor Wangels di Jerman, yang saat ini menjabat sebagai presiden kelompok tersebut.

Perang di Ukraina akan menjadi topik utama dalam agenda pertemuan tersebut.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, tetapi pasukan Ukraina berhasil mendorong mundur pasukan Moskow dari luar Kiev, dan konflik sekarang memasuki bulan ketiga.

Simak Video: Dubes RI untuk Ukraina Gafhur Akbar Dharmaputra Tutup Usia

[Gambas:Video 20detik]