ADVERTISEMENT

Sukacita Idul Fitri dari Afghanistan hingga Palestina

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 02 Mei 2022 13:27 WIB
Muslims pray during morning Eid al-Fitr prayer, which marks the end of the holy fasting month of Ramadan, at the Al-Aqsa mosques compound in Old Jerusalem early on May 2, 2022. (Photo by AHMAD GHARABLI / AFP)
Foto: Suasana Idul Fitri 1443 H di Palestina (AFP/AHMAD GHARABLI)
Jakarta -

Idul Fitri 1443 Hijriah disambut penuh sukacita oleh umat muslim di berbagai belahan dunia. Muslim di sejumlah negara, yang tengah dilanda konflik, juga turut merayakan Idul Fitri dengan gembira.

Dilansir dari AFP dan Associated News, Senin (2/5/2022), umat muslim di Palestina mengawali Idul Fitri dengan salat Id di kawasan Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.

Usai salat, warga saling bersalaman. Sejumlah warga juga membagi-bagikan permen kepada anak-anak yang ikut salat Id.

Keramaian saat Idul Fitri juga terlihat di Jalur Gaza. Jalanan dan pasar dipenuhi warga. Meski demikian, banyak yang mengatakan mereka tidak mampu membeli banyak barang saat Idul Fitri kali ini.

"Situasinya sulit," kata Um Musab, ibu dari lima anak, saat mengunjungi pasar tradisional di Kota Gaza.

Vendors replenish their stock as Palestinians shop at a market in Rafah in the southern Gaza Strip, on May 1, 2022, on the eve of Eid al-Fitr which marks the end of the Muslim fasting month of Ramadan. (Photo by SAID KHATIB / AFP) Foto: Suasana Idul Fitri di Gaza (AFP/SAID KHATIB)

"Karyawan nyaris tidak mencari nafkah tetapi orang-orang lainnya hancur," sambungnya.

Mahmoud al-Madhoun, yang membeli beberapa pasta kurma, tepung dan minyak untuk membuat kue Idul Fitri, mengatakan kondisi keuangan berubah dari buruk menjadi lebih buruk.

"Namun, kami bertekad untuk bersukacita," ucapnya.

Daerah Palestina ini sangat bergantung pada impor. Wilayah ini bahkan sudah rentan sebelum perang Ukraina karena berada di bawah blokade ketat Israel-Mesir yang dimaksudkan untuk mengisolasi Hamas di kawasan tersebut.

Muslims pray during morning Eid al-Fitr prayer, which marks the end of the holy fasting month of Ramadan, at the Al-Aqsa mosques compound in Old Jerusalem early on May 2, 2022. (Photo by AHMAD GHARABLI / AFP)Foto: Suasana Idul Fitri 1443 H di Palestina (AFP/AHMAD GHARABLI)

Idul Fitri Perdana Warga Afghanistan di Bawah Taliban

Warga Afghanistan merayakan Idul Fitri pertama sejak Taliban mengambil alih pemerintahan. Banyak warga yang berhati-hati, tetapi masjid-masjid terbesar Kabul tetap dibanjiri jemaah untuk salat pada hari Minggu (1/5).

Sejumlah ledakan terjadi menjelang Idul Fitri. Salah satunya termasuk pemboman fatal, yang sebagian besar diklaim oleh afiliasi Negara Islam yang dikenal sebagai IS di Provinsi Khorasan, menargetkan etnis Hazara yang sebagian besar Syiah. Hal itu membuat banyak dari mereka memperdebatkan apakah aman untuk menghadiri salat Idul Fitri di masjid.

"Kami ingin menunjukkan perlawanan kami, bahwa mereka tidak bisa mengusir kami," kata warga bernama Bakr Saeed sebelum Idul Fitri.

"Kami akan maju," sambungnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Ngeri! Bom Meledak di Masjid Afghanistan saat Salat Jumat, 33 Tewas

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT