International Updates

Jubir Pentagon Emosional Soal Putin, Cerita Ngeri Kepala Masjid Kabul Dibom

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Apr 2022 18:04 WIB
Russian President Vladimir Putin greets people after his speech at the concert marking the eighth anniversary of the referendum on the state status of Crimea and Sevastopol and its reunification with Russia, in Moscow, Russia, Friday, March 18, 2022. (Ramil Sitdikov/Sputnik Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: AP/Ramil Sitdikov)
Jakarta -

Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mendadak emosional mengecam Presiden Rusia Vladimir Putin atas invasinya ke Ukraina. Dia mempertanyakan bagaimana setiap orang yang bermoral dapat membela bombardir rumah sakit dan eksekusi mati orang-orang yang tidak bersalah.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (30/4/2022), jubir Pentagon tersebut, John Kirby, emosional ketika berbicara tentang invasi yang diperintahkan Putin di Ukraina.

"Sulit untuk melihat apa yang dia lakukan di Ukraina, apa yang dilakukan pasukannya di Ukraina, dan berpikir bahwa setiap individu bermoral dan beretika dapat membenarkan hal itu," kata Kirby terbata-bata, ketika ditanya bagaimana pemerintah AS menilai kondisi mental pemimpin Rusia itu.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (30/4/2022):

- PRT Indonesia Didakwa Atas Pembunuhan Kakek 73 Tahun di Singapura

Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia didakwa di Singapura pada hari Sabtu (30/4) (30 April) atas pembunuhan seorang kakek berusia 73 tahun.

Dilansir dari media Singapura, Channel News Asia, Sabtu (30/4/2022), WNI bernama Sumiyati (49) tersebut diduga membunuh Low Hoon Cheong di sebuah flat di Blok 222, Bishan Street 23 antara pukul 16:00 dan 20:46 pada hari Kamis (28/4) lalu.

WNI tersebut hadir di Pengadilan Negeri melalui tautan video dari penjara dan mengikuti proses pengadilan melalui seorang juru bahasa.

- Rusia Serukan AS-NATO Berhenti Pasok Senjata ke Ukraina!

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyerukan Amerika Serikat dan NATO untuk berhenti memasok senjata ke Ukraina jika mereka "benar-benar tertarik untuk menyelesaikan krisis Ukraina".

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (30/4/2022), lebih dari dua bulan setelah memulai invasi ke Ukraina dalam tujuan jangka pendeknya untuk merebut ibu kota Kiev, Rusia sekarang mengintensifkan operasi militernya di wilayah Donbas, Ukraina timur.

Namun, Sergei Lavrov mengatakan kepada kantor berita resmi China, Xinhua bahwa "operasi militer khusus... berjalan sesuai rencana".

- Kim Jong-Un Ancam Gunakan Senjata Nuklir untuk Lawan Musuh

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un kembali mengingatkan bahwa Pyongyang bisa melakukan serangan pendahuluan dengan menggunakan persenjataan nuklirnya untuk melawan kekuatan musuh.

Lihat Video: Jokowi Undang Putin dan Zelensky ke KTT G20 di Bali

[Gambas:Video 20detik]