Arab Saudi Terima 1 Juta Jemaah Haji, Ukraina Dikirimi Sistem Pertahanan S-300

ADVERTISEMENT

International Updates

Arab Saudi Terima 1 Juta Jemaah Haji, Ukraina Dikirimi Sistem Pertahanan S-300

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Apr 2022 19:20 WIB
Arab Saudi melonggarkan sejumlah pembatasan COVID-19 di Masjidil Haram-Masjid Nabawi. Dua masjid itu kini boleh berkapasitas penuh bagi warga yang sudah vaksin.
Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi (dok. AP Photo/Amr Nabil)
Jakarta -

Arab Saudi mengumumkan akan menerima 1 juta jemaah haji untuk pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Ukraina dikirimi sistem pertahanan udara S-300 oleh Slovakia demi meningkatkan pertahanan udara dari serangan-serangan Rusia.

Pengumuman Saudi itu berarti memperluas kesempatan bagi jemaah dari luar negeri untuk ikut menjalankan ibadah haji tahun ini setelah pembatasan ketat akibat pandemi virus Corona (COVID-19) diberlakukan selama dua tahun terakhir.

Sementara Perdana Menteri (PM) Slovakia Eduard Heger selain mengumumkan pengiriman sistem pertahanan udara S-300 miliknya kepada Ukraina, juga menegaskan pengiriman itu tidak berarti Slovakia bergabung dalam konflik dengan Rusia.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (9/4/2022):

- Arab Saudi Umumkan Akan Terima 1 Juta Jemaah Haji Tahun Ini

Otoritas Arab Saudi mengumumkan akan menerima hingga 1 juta jemaah haji untuk tahun ini. Pengumuman ini berarti memperluas kesempatan bagi jemaah haji dari luar Saudi untuk ikut menjalankan ibadah haji tahun ini setelah pembatasan ketat akibat pandemi virus Corona (COVID-19) dalam dua tahun terakhir.

Seperti dilansir Arab News dan Reuters, Sabtu (9/4/2022), Kementerian Urusan Haji dan Umrah dalam pernyataan terbaru seperti dikutip Saudi Press Agency (SPA) juga mengumumkan bahwa hanya jemaah berusia di bawah 65 tahun dan telah divaksinasi Corona secara lengkap yang bisa menjalankan ibadah haji tahun ini.

Dijelaskan juga bahwa jemaah haji dari luar Saudi wajib memberikan hasil tes PCR negatif, yang diambil dalam kurun waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Saudi. Hasil tes PCR negatif ini juga berlaku untuk jemaah haji dari wilayah Saudi sendiri.

- Rusia Tuduh Ukraina Rekayasa Serangan Roket di Stasiun KA Kramatorsk

Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina telah merekayasa serangan roket ke sebuah stasiun kereta api di Kramatorsk yang menewaskan sedikitnya 52 orang. Rusia menuding serangan mematikan itu sebenarnya dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina sendiri.

"Tujuan serangan rezim Kiev terhadap stasiun kereta api di Kramatorsk adalah untuk mengganggu keluarnya penduduk secara massal dari kota tersebut demi menggunakan mereka sebagai 'tameng manusia' untuk mempertahankan posisi Angkatan Bersenjata Ukraina," tuduh Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu (9/4/2022).

Diklaim juga oleh Kementerian Pertahanan Ukraina bahwa serangan itu dilakukan pasukan Ukraina dari kota Dobropillya, yang berjarak 45 kilometer sebelah barat daya Kramatorsk.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT