International Updates

Tentara AS Segera Dikirim ke Eropa Timur, Rusia Tegaskan Tak Ingin Berperang

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 18:25 WIB
In this image taken from video provided by the Russian Defense Ministry Press Service, a pair of Tu-95 strategic bombers of the Russian air force are parked at an air base in Engels near the Volga River in Russia, Monday, Jan. 24, 2022. Russia has intensified military drills amid tensions with the West over the buildup of an estimated 100,000 Russian troops near Ukraine that fueled Western fears of an invasion. (Russian Defense Ministry Press Service via AP)
Ilustrasi -- Militer Rusia gelar latihan perang di tengah ketegangan soal Ukraina (dok. Russian Defense Ministry Press Service via AP)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, akan segera mengirimkan sejumlah kecil tentara AS ke Eropa Timur di tengah ancaman invasi Rusia ke Ukraina. Namun otoritas Rusia menegaskan tidak menginginkan perang terjadi.

Pengerahan tentara AS ini dimaksudkan untuk meningkatkan kehadiran pasukan NATO di kawasan Eropa Timur, terutama di tengah ketegangan yang semakin meningkat usai pengerahan militer Rusia ke dekat perbatasan Ukraina.

Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov, menegaskan negaranya tidak menginginkan perang, namun juga menyatakan bahwa Rusia tidak akan membiarkan kepentingannya diabaikan.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (29/1/2022):

- Ketegangan Memuncak, Biden Segera Kirim Tentara AS ke Eropa Timur

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan akan segera mengirimkan sejumlah kecil tentara AS untuk meningkatkan kehadiran NATO di kawasan Eropa Timur. Pengerahan ini dilakukan di tengah ketegangan yang semakin meningkat terkait pengerahan militer Rusia ke dekat perbatasan Ukraina.

"Saya akan menggerakkan tentara ke Eropa Timur dan negara-negara NATO dalam waktu dekat. Tidak begitu banyak," ungkap Biden kepada wartawan di Washington DC sepulangnya dari kunjungan ke Philadelphia, seperti dilansir AFP, Sabtu (29/1/2022).

AS diketahui telah menempatkan puluhan ribu tentara yang ditugaskan di berbagai negara Eropa Barat, namun Pentagon tengah membahas pengiriman sejumlah kecil pasukan AS ke sisi timur yang tengah dilanda ketegangan.

- Dituduh Akan Invasi Ukraina, Rusia Tegaskan Tak Ingin Berperang

Di tengah ketegangan yang terus meningkat soal Ukraina, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov, menegaskan negaranya tidak menginginkan perang. Namun Lavrov juga menyatakan bahwa Rusia tidak akan membiarkan kepentingannya diabaikan.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (29/1/2022), negara-negara Barat menuduh Rusia mengumpulkan 100.000 tentaranya di dekat perbatasan Ukraina dan mengancam sanksi yang belum pernah ada sebelumnya jika Rusia sungguh-sungguh menginvasi negara tetangganya itu.

"Jika itu tergantung pada Rusia, tidak akan ada perang. Kami tidak menginginkan perang," tegas Lavrov dalam wawancara dengan kepala empat stasiun radio Rusia.