Ketegangan Memuncak, Biden Segera Kirim Tentara AS ke Eropa Timur

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 10:35 WIB
President Joe Biden speaks from Statuary Hall at the U.S. Capitol to mark the one year anniversary of the Jan. 6 riot at the U.S. Capitol by supporters loyal to then-President Donald Trump, Thursday, Jan. 6, 2022, in Washington. (Michael Reynolds/Pool via AP)
Joe Biden (dok. Michael Reynolds/Pool via AP)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan akan segera mengirimkan sejumlah kecil tentara AS untuk meningkatkan kehadiran NATO di kawasan Eropa Timur. Pengerahan ini dilakukan di tengah ketegangan yang semakin meningkat terkait pengerahan militer Rusia ke dekat perbatasan Ukraina.

"Saya akan menggerakkan tentara ke Eropa Timur dan negara-negara NATO dalam waktu dekat. Tidak begitu banyak," ungkap Biden kepada wartawan di Washington DC sepulangnya dari kunjungan ke Philadelphia, seperti dilansir AFP, Sabtu (29/1/2022).

AS diketahui telah menempatkan puluhan ribu tentara yang ditugaskan di berbagai negara Eropa Barat, namun Pentagon tengah membahas pengiriman sejumlah kecil pasukan AS ke sisi timur yang tengah dilanda ketegangan.

Pekan ini, juru bicara Pentagon, John Kirby, menuturkan sekitar 8.500 tentara tengah dalam kondisi 'siaga tinggi' untuk potensi pengerahan untuk membantu NATO. Pengerahan ini dinilai akan menjadi signifikan baik secara politik maupun secara militer, memperkuat keterlibatan AS dalam konflik yang berkembang.

Ukraina bukanlah anggota NATO, namun AS mengkhawatirkan konflik akan meluas ke negara-negara tetangganya yang merupakan anggota NATO jika Rusia benar-benar menyerang Ukraina.

Rusia bersikeras pihaknya tidak berencana melakukan serangan, namun diketahui mengumpulkan lebih dari 100.000 tentaranya di perbatasan dan menuntut negara-negara Barat tidak menerima Ukraina untuk bergabung aliansi NATO.

Dalam konferensi pers pekan lalu, Biden memperingatkan bahwa serangan Rusia ke wilayah Ukraina akan bertentangan dengan tujuan yang diungkapkan Kremlin.

"Kita benar-benar akan meningkatkan kehadiran tentara di Polandia, di Rumania, dan yang lainnya jika faktanya dia (Putin-red) bergerak. Mereka adalah bagian dari NATO," tegasnya.

Simak juga Video: Joe Biden akan Calonkan Wanita Kulit Hitam Jadi Hakim Agung AS

[Gambas:Video 20detik]