International Updates

Hari Paling Mematikan di Australia Gegara Omicron, Houthi Serang Abu Dhabi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 17:52 WIB
Ibu kota Australia Canberra memperpanjang Lockdown hingga 2 september 2021. Hal ini terjadinya karena peningkatan jumlah kasus covid 19.
Australia mencatat rekor harian kematian karena COVID-19 (Foto: Getty Images/Rohan Thomson)
Jakarta -

Australia mengalami hari paling mematikan sepanjang pandemi virus Corona (COVID-19), dengan mencetak tambahan kematian terbanyak dalam sehari. Situasi ini terjadi saat varian Omicron yang menyebar cepat terus memicu kenaikan angka rawat inap hingga mencapai rekor.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (18/1/2022), Australia tengah menghadapi wabah Corona terparah di wilayahnya, yang didorong oleh varian Omicron yang beberapa waktu terakhir menempatkan lebih banyak pasien di rumah sakit dan unit perawatan intensif.

Total 74 kematian akibat Corona dilaporkan dalam sehari, pada Selasa (18/1) waktu setempat, yang berasal dari tiga negara bagian paling padat di Australia, yakni New South Wales, Victoria dan Queensland.

Angka itu melampaui rekor kematian tertinggi sebelumnya, saat 57 kematian tercatat dalam sehari pada Kamis (13/1) lalu.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (18/1/2022):

- Koalisi Arab Saudi Gempur Houthi di Yaman, 14 Orang Tewas

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap posisi kelompok pemberontak Houthi di Sanaa, Yaman, pada Selasa (18/1) waktu setempat. Sedikitnya 14 orang dilaporkan tewas akibat gempuran koalisi Saudi tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (18/1/2022), serangan udara itu dilancarkan setelah pada Senin (17/1) waktu setempat, pemberontak Houthi melancarkan serangan drone ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA) yang merupakan mitra koalisi Saudi. Sedikitnya tiga orang tewas akibat serangan drone Houthi di UEA itu.

Koalisi pimpinan Saudi menyatakan pihaknya mencegat sedikitnya delapan drone yang diluncurkan ke wilayah Saudi sepanjang Senin (17/1).

Pada Selasa (18/1) waktu setempat, koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan udara terhadap markas kuat dan kamp-kamp di Sanaa yang diyakini milik pemberontak Houthi yang didukung Iran.

- AS Krisis Pasokan Kebutuhan Pokok, Rak-rak Supermarket Kosong

Tingginya permintaan bahan makanan dikombinasikan dengan melonjaknya biaya pengiriman, dan kekurangan pekerja akibat penyebaran cepat virus Corona (COVID-19) varian Omicron, telah memicu babak baru kekurangan pasokan kebutuhan pokok di Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Reuters, Selasa (18/1/2022), situasi itu berdampak pada tertundanya operasional perusahaan makanan olahan dan produk segar, yang secara tidak langsung memicu kosongnya rak-rak produk makanan di supermarket-supermarket AS, bahkan di retailer terbesar di negara tersebut.

Para petani di sepanjang Pantai Barat AS harus membayar biaya yang lebih tinggi, dilaporkan naik nyaris tiga kali lipat jika dibandingkan sebelum pandemi, untuk mengirimkan produk yang mudah rusak seperti selada dan buah beri sebelum membusuk.

Shay Myers yang merupakan CEO Owyhee Produce, yang menanam bawang, semangka dan asparagus di sepanjang perbatasan negara bagian Idaho dan Oregon, menuturkan pihaknya menunda pengiriman produk bawang ke distributor retail hingga biaya pengiriman menurun.

- Houthi Serang Abu Dhabi, UEA Marah-Ancam Balas Serangan

Kelompok pemberontak Houthi di Yaman melancarkan serangan drone atau pesawat tak berawak dan rudal ke Uni Emirat Arab (UEA). Pemerintah UEA marah dan mengutuk serangan yang menewaskan tiga orang dan menyebabkan kebakaran di dekat bandara Abu Dhabi itu. UEA pun mengancam akan melakukan serangan balasan.