AS Krisis Pasokan Kebutuhan Pokok, Rak-rak Supermarket Kosong

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 11:26 WIB
The milk shelf is mostly empty at a Giant grocery store on Tuesday, Jan. 11, 2022, in Washington. Shortages at U.S. grocery stores have grown in recent weeks as new problems — like the fast-spreading omicron variant and severe weather — have piled on to the supply chain struggles and labor shortages that have plagued retailers since the coronavirus pandemic began. (AP Photo/Parker Purifoy)
Rak produk susu di salah satu toko bahan makanan di AS terpantau kosong (AP Photo/Parker Purifoy)
Washington DC -

Tingginya permintaan bahan makanan dikombinasikan dengan melonjaknya biaya pengiriman, dan kekurangan pekerja akibat penyebaran cepat virus Corona (COVID-19) varian Omicron, telah memicu babak baru kekurangan pasokan kebutuhan pokok di Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Reuters, Selasa (18/1/2022), situasi itu berdampak pada tertundanya operasional perusahaan makanan olahan dan produk segar, yang secara tidak langsung memicu kosongnya rak-rak produk makanan di supermarket-supermarket AS, bahkan di retailer terbesar di negara tersebut.

Para petani di sepanjang Pantai Barat AS harus membayar biaya yang lebih tinggi, dilaporkan naik nyaris tiga kali lipat jika dibandingkan sebelum pandemi, untuk mengirimkan produk yang mudah rusak seperti selada dan buah beri sebelum membusuk.

Shay Myers yang merupakan CEO Owyhee Produce, yang menanam bawang, semangka dan asparagus di sepanjang perbatasan negara bagian Idaho dan Oregon, menuturkan pihaknya menunda pengiriman produk bawang ke distributor retail hingga biaya pengiriman menurun.

Dituturkan Myers bahwa gangguan transportasi selama tiga pekan terakhir, yang disebabkan oleh kurangnya tenaga sopir truk pengiriman dan badai yang memblokir sejumlah ruas jalan raya beberapa waktu terakhir, telah menaikkan biaya pengiriman buah-buahan dan sayuran hingga dua kali lipat.

"Kami biasanya akan mengirimkan, Pantai Timur ke Pantai Barat -- kami biasanya mengirimkannya untuk sekitar US$ 7.000 (Rp 100 juta)," ucap Myers.

"Hari ini berkisar antara US$ 18.000 (Rp 258 juta) hingga US$ 22.000 (Rp 315,3 juta)," imbuhnya.

Para konsumen mengeluhkan via media sosial soal hilangnya produk pasta dan daging di sejumlah toko Walmart di wilayah AS. Produk ayam dilaporkan nyaris tidak ada di toko Meijer di Indianapolis, sedangkan tisu toilet dan produk kebersihan rumah dilaporkan hilang di Palm Beach, Florida.