Omicron Mengganas, Australia Alami Hari Paling Mematikan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 10:44 WIB
Australia Selatan tengah dilockdown karena munculnya klaster COVID-19 varian delta. Di saat bersamaan, terjadi antrean mobil warga saat tes drive thru.
Ilustrasi -- Situasi pandemi Corona di Australia (dok. Getty Images/Kelly Barnes)
Canberra -

Australia mengalami hari paling mematikan sepanjang pandemi virus Corona (COVID-19), dengan mencetak tambahan kematian terbanyak dalam sehari. Situasi ini terjadi saat varian Omicron yang menyebar cepat terus memicu kenaikan angka rawat inap hingga mencapai rekor.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (18/1/2022), Australia tengah menghadapi wabah Corona terparah di wilayahnya, yang didorong oleh varian Omicron yang beberapa waktu terakhir menempatkan lebih banyak pasien di rumah sakit dan unit perawatan intensif.

Total 74 kematian akibat Corona dilaporkan dalam sehari, pada Selasa (18/1) waktu setempat, yang berasal dari tiga negara bagian paling padat di Australia, yakni New South Wales, Victoria dan Queensland.

Angka itu melampaui rekor kematian tertinggi sebelumnya, saat 57 kematian tercatat dalam sehari pada Kamis (13/1) lalu.

Dari total kematian tertinggi dalam sehari itu, sekitar 36 kematian di antaranya tercatat di negara bagian New South Wales, yang menjadi lokasi kota Sydney -- rekor tertinggi untuk tambahan kematian harian di negara bagian ini.

"Hari ini, merupakan hari yang sangat sulit bagi negara bagian kita," ucap Premier New South Wales, Dominic Perrottet, dalam konferensi pers

Perrottet diketahui secara konsisten mengesampingkan pembatasan ketat untuk wilayahnya dengan dalih tingginya angka vaksinasi Corona. Dia kembali menegaskan bahwa rumah-rumah sakit di New South Wales akan mampu menghadapi kenaikan jumlah penerimaan pasien.

"Meskipun ada tantangan, itu bukan tantangan yang unik bagi seluruh dunia," sebutnya.

Simak juga Video: PM Australia Minta Tes Covid Diutamakan untuk yang Membutuhkan

[Gambas:Video 20detik]