International Updates

Ilmuwan Top AS: Omicron Tak Lebih Parah dari Delta, Korsel Rekor Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 16:43 WIB
Top infectious disease expert Dr. Anthony Fauci responds to accusations by Sen. Rand Paul, R-Ky., as he testifies before the Senate Health, Education, Labor, and Pensions Committee, on Capitol Hill in Washington, Tuesday, July 20, 2021. Cases of COVID-19 have tripled over the past three weeks, and hospitalizations and deaths are rising among unvaccinated people. (AP Photo/J. Scott Applewhite, Pool)
Anthony Fauci (Foto: AP Photo/J. Scott Applewhite, Pool)
Jakarta -

Ilmuwan top Amerika Serikat, Anthony Fauci mengatakan bahwa indikasi awal menunjukkan varian baru virus Corona, Omicron tidak lebih parah daripada varian sebelumnya, dan mungkin lebih ringan.

Meski begitu, seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (8/12/2021), Fauci mengatakan bahwa akan memakan waktu berminggu-minggu untuk menilai tingkat keparahan varian Omicron.

Berbicara kepada AFP, kepala penasihat medis Presiden Joe Biden tersebut mengatakan bahwa varian baru tersebut "jelas sangat menular," sangat mungkin lebih menular dari Delta, strain global yang dominan saat ini.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (8/12/2021):

- Senat AS Dukung Penjualan Rudal Canggih ke Arab Saudi

Para Senator Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungannya untuk rencana penjualan rudal ke Arab Saudi. Dalam voting terbaru, Senat AS menolak resolusi yang melarang penjualan rudal canggih jarak menengah jenis udara-ke-udara, peluncur rudal dan persenjataan lainnya kepada Saudi.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (8/12/2021), voting pada Selasa (7/12) waktu setempat menyatakan 67 Senator menolak resolusi yang diajukan oleh Senator Republikan, Rand Paul dan Mike Lee, serta Senator independen Bernie Sanders yang tergabung kaukus Partai Demokrat. Hanya 30 Senator yang mendukungnya.

Sementara banyak anggota Kongres AS menganggap Saudi sebagai mitra penting di kawasan Timur Tengah, mereka juga mengkritik Saudi atas keterlibatannya dalam konflik Yaman -- yang dianggap sebagai salah satu bencana kemanusiaan terparah di dunia.

"Mengekspor lebih banyak rudal ke Arab Saudi tidak menghasilkan apapun, selain memperpanjang konflik ini dan menuangkan lebih banyak bensin ke api yang berkobar," ucap Sanders dalam pidatonya untuk meraup dukungan bagi resolusi itu.

- Pertama Kalinya, Korsel Catat Rekor 7.000 Kasus Corona Sehari

Korea Selatan (Korsel) kembali mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus virus Corona (COVID-19) dalam sehari. Untuk pertama kalinya, lebih dari 7.000 kasus Corona tercatat di Korsel dalam 24 jam terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (8/12/2021), penularan Corona di Korsel melonjak pada bulan ini, setelah pemerintah Korsel mulai melonggarkan pembatasan di bawah kebijakan yang disebut 'hidup dengan COVID-19' mulai November lalu.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Korea (KDCA) melaporkan 7.175 kasus Corona dalam sehari. KDCA juga menyebutkan sedikitnya 63 kematian tercatat dalam 24 jam terakhir di negara tersebut.

Saat ini, menurut KDCA, rumah-rumah sakit di Korsel tengah merawat sekitar 840 pasien Corona dalam keadaan kritis dan serius, yang juga mencetak rekor tertinggi.

- Tiru AS, Australia Juga Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing

Australia tidak akan mengirimkan para pejabatnya ke Olimpiade Musim Dingin di Beijing, China, pada Februari 2022. Ini berarti Australia bergabung dengan pemboikotan secara diplomatik yang terlebih dahulu dilakukan Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/12/2021), Perdana Menteri (PM) Scott Morrison menyebut keputusan ini diambil di tengah 'ketidaksepakatan' antara Australia dan China atas banyak isu, mulai dari undang-undang campur tangan asing Australia hingga langkah terbaru untuk mendapatkan kapal selam bertenaga nuklir.