Senat AS Dukung Penjualan Rudal Canggih ke Arab Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 11:51 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Ilustrasi (dok. AP/Alex Brandon)
Washington DC -

Para Senator Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungannya untuk rencana penjualan rudal ke Arab Saudi. Dalam voting terbaru, Senat AS menolak resolusi yang melarang penjualan rudal canggih jarak menengah jenis udara-ke-udara, peluncur rudal dan persenjataan lainnya kepada Saudi.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (8/12/2021), voting pada Selasa (7/12) waktu setempat menyatakan 67 Senator menolak resolusi yang diajukan oleh Senator Republikan, Rand Paul dan Mike Lee, serta Senator independen Bernie Sanders yang tergabung kaukus Partai Demokrat. Hanya 30 Senator yang mendukungnya.

Sementara banyak anggota Kongres AS menganggap Saudi sebagai mitra penting di kawasan Timur Tengah, mereka juga mengkritik Saudi atas keterlibatannya dalam konflik Yaman -- yang dianggap sebagai salah satu bencana kemanusiaan terparah di dunia.

"Mengekspor lebih banyak rudal ke Arab Saudi tidak menghasilkan apapun, selain memperpanjang konflik ini dan menuangkan lebih banyak bensin ke api yang berkobar," ucap Sanders dalam pidatonya untuk meraup dukungan bagi resolusi itu.

Sanders dan sejumlah Senator lainnya menolak untuk menyetujui penjualan militer itu ke Saudi tanpa jaminan perlengkapan AS tidak akan digunakan untuk membunuh warga sipil. Sedangkan para pendukung penjualan militer itu menekankan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden telah melarang penjualan senjata ofensif AS ke Saudi.

"Saya sepenuhnya setuju dengan perlunya meminta pertanggungjawaban kepemimpinan Saudi atas berbagai tindakan... tapi saya juga meyakini bahwa penting agar mitra keamanan kita mengetahui bahwa kita menjunjung tinggi komitmen kita," ucap Senator Demokrat, Bom Menendez, yang merupakan Ketua Komisi Senat untuk Urusan Luar Negeri.

Penjualan paket persenjataan itu telah disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS, juga para pemimpin Komisi Urusan Luar Negeri pada Senat maupun House of Representatives (HOR) AS.

Simak juga 'Biden-Putin Bertemu Virtual, AS Minta Rusia Tak Invasi Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]