Tiru AS, Australia Juga Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 10:41 WIB
FILE - In this Nov. 17, 2020, file photo, Australian Prime Minister Scott Morrison reviews an honor guard during a ceremony ahead of a meeting at Japanese Prime Minister Yoshihide Sugas official residence in Tokyo. Morrison said Monday, Nov. 30, 2020, a tweet by a Chinese official which shows a fake image of an Australian soldier appearing to slit a childs throat is “truly repugnant.
PM Australia, Scott Morrison, mengumumkan negaranya tidak akan mengirimkan pejabat ke Olimpiade Beijing 2022 (Kiyoshi Ota/Pool Photo via AP, File)
Canberra -

Australia tidak akan mengirimkan para pejabatnya ke Olimpiade Musim Dingin di Beijing, China, pada Februari 2022. Ini berarti Australia bergabung dengan pemboikotan secara diplomatik yang terlebih dahulu dilakukan Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/12/2021), Perdana Menteri (PM) Scott Morrison menyebut keputusan ini diambil di tengah 'ketidaksepakatan' antara Australia dan China atas banyak isu, mulai dari undang-undang campur tangan asing Australia hingga langkah terbaru untuk mendapatkan kapal selam bertenaga nuklir.

Dia juga menyinggung soal pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di wilayah Xinjiang dan pembekuan kontak level menteri oleh Beijing terhadap Australia.

"Australia tidak akan mundur dari posisi kuat yang kami miliki untuk membela kepentingan Australia dan jelas tidak mengherankan bahwa kita tidak akan mengirimkan para pejabat Australia ke Olimpiade itu," ujar Morrison dalam pengumumannya pada Rabu (8/12) waktu setempat.

Langkah Australia ini tidak mencegah para atlet untuk mengikuti pertandingan dalam Olimpiade Beijing 2022. Sekitar 40 atlet Australia dijadwalkan akan berkompetisi dalam Olimpiade yang dimulai 4 Februari 2022 itu, dengan para staf Komisi Olimpiade Australia (AOC) akan mendampingi mereka.

Keputusan Australia ini diumumkan sehari setelah AS mengumumkan pemboikotan secara diplomatik terhadap Olimpiade Beijing 2022. AS mendasari keputusannya itu atas apa yang disebutnya sebagai genosida oleh China terhadap minoritas Uighur di Xinjiang dan pelanggaran HAM lainnya.

Sama seperti Australia, para atlet AS tetap akan ikut bertanding dalam Olimpiade itu.

Simak Video 'Kecaman China Atas Keputusan AS Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing':

[Gambas:Video 20detik]