Dewan Keamanan PBB Merapat Demi Rakyat Myanmar Selamat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 08:00 WIB
YANGON, MYANMAR - FEBRUARY 17: Protesters chant solgans and wave flags during an anti-coup protest at Sule Square on February 17, 2021 in downtown Yangon, Myanmar. Armored vehicles continued to be seen on the streets of Myanmars capital, but protesters turned out despite the military presence. The military junta that staged a coup against the elected National League for Democracy (NLD) government moved to keep the countrys de-facto leader Aung San Suu Kyi under house arrest after she was charged with violations of import-export and Covid prevention laws. (Photo by Hkun Lat/Getty Images)
Ancaman Perang Saudara di Myanmar ( Foto: Getty Images/Hkun Lat)
Jakarta -

Situasi kemanusiaan di Myanmar semakin memburuk akibat berkembangnya konflik dan runtuhnya perekonomian, Kepala bantuan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Martin Griffiths, memperingatkan situasi yang tengah terjadi di Myanmar.

Dilansir Reuters, Selasa (9/11/2021), Griffiths dalam pernyataannya menyebut situasi di Myanmar bagian barat laut menjadi 'sangat mengkhawatirkan'.

Hal ini diperparah dengan pertempuran meluas antara militer Myanmar dan milisi lokal seperti Pasukan Pertahanan Chin di negara bagian China dan Pasukan Pertahanan Rakyat di wilayah Magway dan Sagaing.

Dengan kondisi saat ini, disebut lebih dari 3 juta orang membutuhkan bantuan penyelamat nyawa. Selain itu, lebih dari 160 rumah hingga gereja juga dilaporkan dibakar.

"Lebih dari 37.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak, baru saja mengungsi, dan lebih dari 160 rumah dibakar, termasuk gereja-gereja dan kantor organisasi kemanusiaan," tuturnya.

Simak halaman selanjutnya