Round-up

Isu Putra Mahkota Saudi Mau Bunuh Raja Pakai Cincin Racun Rusia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 05:02 WIB
Jamal Khashoggi: Laporan intelijen AS sebut Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyetujui rencana menangkap atau membunuh Khashoggi
Putra Mahkota Saudi (Foto: BBC World)

Putra Mahkota Dituduh Kirim Mata-mata

Al-Janri juga menyebut MBS mengerahkan tim pembunuh bayaran untuk membunuhnya saat eks mata-mata ini tinggal dalam pengasingan di Kanada.

Seperti dilansir AFP, Senin (25/10/2021), Al-Jabri mengklaim dirinya menjadi target usai melarikan diri dari Saudi menyusul perebutan kekuasaan oleh MBS tahun 2017 lalu.

Dalam wawancara dengan program '60 Minutes', Al-Jabri menyebut seorang rekannya pada dinas intelijen Timur Tengah memperingatkan dirinya bisa bernasib sama dengan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, yang dibunuh oleh skuad pembunuhan di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki tahun 2018.

"Peringatan yang saya terima, jangan berada di dekat misi Saudi manapun di Kanada. Jangan pergi ke konsulat. Jangan pergi ke kedutaan... Anda berada di daftar teratas," tutur Al-Jabri dalam wawancara itu.

Dia menuturkan bahwa tim yang ditugaskan membunuh dirinya tiba di Kanada pada Oktober 2018, namun kemudian dideportasi karena berbohong pada pejabat bea cukai dan kedapatan membawa benda-benda mencurigakan. Tidak disebutkan lebih lanjut dari mana Al-Jabri mendapatkan informasi tersebut.

AFP tidak bisa memverifikasi secara independen klaim Al-Jabri tersebut. Kementerian Luar Negeri Kanada belum memberikan komentarnya.

Namun beberapa pejabat Kanada menuturkan kepada program '60 Minutes' bahwa mereka 'mengetahui adanya insiden di mana aktor-aktor asing berupaya untuk... mengancam... mereka yang tinggal di Kanada'. Disebutkan bahwa ancaman itu 'sama sekali tidak dapat diterima' oleh otoritas Kanada.


(dwia/maa)