International Updates

Alec Baldwin Tewaskan Kru Film, AS Akan Bela Taiwan Jika Diserang China

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 17:42 WIB
NEW YORK, NY - JANUARY 19:  Alec Baldwin speaks onstage during the We Stand United NYC Rally outside Trump International Hotel & Tower on January 19, 2017 in New York City.  (Photo by D Dipasupil/Getty Images)
Alec Baldwin (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Aktor beken Amerika Serikat Alec Baldwin menembakkan senjata properti yang menewaskan seorang sinematografer dan melukai sutradara di lokasi syuting film di New Mexico, Amerika Serikat.

Insiden tragis itu terjadi di tempat syuting film "Rust" pada Kamis (21/10) waktu setempat, di mana Baldwin memainkan peran utama.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (22/10/2021), Halyna Hutchins dan Joel Souza "tertembak ketika senjata api properti ditembakkan oleh Alec Baldwin," kata sheriff di Santa Fe dalam sebuah pernyataan.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (22/10/2021):

- 43 Negara Minta China Hormati Hak-hak Uighur di Xinjiang

Sebanyak empat puluh tiga negara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta China untuk "memastikan penghormatan penuh terhadap aturan hukum" berkaitan dengan komunitas Muslim Uighur di Xinjiang.

"Kami meminta China untuk memberikan akses segera, bermakna dan tak terbatas ke Xinjiang bagi pengamat independen, termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dan kantornya," kata negara-negara tersebut dalam pernyataan bersama, yang dibacakan di PBB oleh Prancis, seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (22/10/2021).

"Kami sangat prihatin dengan situasi di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang," kata pernyataan itu, mengutip laporan "kredibel" yang "menunjukkan adanya jaringan besar kamp 'pendidikan ulang politik' di mana lebih dari satu juta orang dilaporkan telah ditahan secara sewenang-wenang."

- Junta Myanmar Tangkap Lagi 100-an Demonstran yang Dibebaskan

Junta Myanmar telah menangkap kembali lebih dari 100 pengunjuk rasa anti-kudeta yang telah dibebaskan melalui amnesti baru-baru ini. Hal ini diungkapkan oleh kelompok pemantau lokal yang mendokumentasikan pembunuhan dan penangkapan sejak kudeta militer.

Myanmar telah berada dalam kekacauan sejak kudeta militer pada Februari lalu. Seperti dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (22/10/2021), menurut kelompok nirlaba Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), lebih dari 1.100 tewas dalam berbagai aksi demo anti-kudeta yang terjadi sejak kudeta dan lebih dari 8.000 orang ditangkap.

Pada Senin (18/10), junta militer mengumumkan akan membebaskan lebih dari 5.000 orang demonstran anti-kudeta selama festival Buddha, Thadingyut yang berlangsung tiga hari.

- Biden Komentar Soal Taiwan, China Ingatkan Hati-hati Bicara!

Pemerintah China menegaskan bahwa "tidak ada ruang" untuk kompromi atau konsesi atas masalah Taiwan. Hal ini ditegaskan menyusul komentar Presiden Amerika Serikat Joe Biden bahwa AS berkomitmen untuk mempertahankan pulau itu jika diserang.