Biden Komentar Soal Taiwan, China Ingatkan Hati-hati Bicara!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 17:03 WIB
FILE - In this Sept. 25, 2015, file photo, a military honor guard await the arrival of Chinese President Xi Jinping for a state arrival ceremony at the White House in Washington. China on Tuesday, Dec. 8, 2020, lashed out at the U.S. over new sanctions against Chinese officials and the sale of more military equipment to Taiwan. (AP Photo/Andrew Harnik, File)
ilustrasi (Foto: AP Photo/Andrew Harnik, File)
Jakarta -

Pemerintah China menegaskan bahwa "tidak ada ruang" untuk kompromi atau konsesi atas masalah Taiwan. Hal ini ditegaskan menyusul komentar Presiden Amerika Serikat Joe Biden bahwa AS berkomitmen untuk mempertahankan pulau itu jika diserang.

Seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Jumat (22/10/2021), dalam briefing harian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin menegaskan kembali klaim lama China bahwa Taiwan adalah wilayahnya.

China baru-baru ini meningkatkan ancamannya untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya, dengan paksa jika perlu, dengan menerbangkan pesawat-pesawat tempur di dekat pulau itu dan menggelar latihan pendaratan di pantai.

"Ketika menyangkut masalah yang berkaitan dengan kedaulatan dan integritas teritorial China dan kepentingan inti lainnya, tidak ada ruang bagi China untuk berkompromi atau membuat konsesi, dan tidak ada yang boleh meremehkan tekad kuat, kemauan keras, dan kemampuan kuat rakyat China untuk membela kedaulatan nasional dan integritas teritorial," kata Wang.

"Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah China. Masalah Taiwan adalah murni urusan internal China yang tidak memungkinkan intervensi asing," tegas Wang.

Wang jmengingatkan bahwa AS harus "berhati-hati dengan kata-kata dan tindakannya tentang masalah Taiwan, dan tidak mengirim sinyal yang salah kepada pasukan separatis kemerdekaan Taiwan, agar tidak merusak hubungan China-AS secara serius, perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan."

China dan Taiwan berpisah selama perang saudara pada tahun 1949. AS memutuskan hubungan diplomatik resmi dengan Taipei pada tahun 1979 untuk mengakui Beijing. Pemerintah AS selama ini tidak secara terbuka menentang klaim China atas Taiwan, tetapi berkomitmen untuk memastikan pulau itu dapat mempertahankan diri dan memperlakukan semua ancaman terhadap Taiwan sebagai masalah "keprihatinan serius."