Round-Up

Tanda Tanya Terjawab Soal Corona Global Turun tapi Menggila di Eropa

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 23:02 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono-detikcom)

Peningkatan Kasus Corona Eropa Saat Dunia Melandai

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus COVID-19 di Eropa meningkat selama 3 minggu terakhir. WHO menyerukan agar semua negara di Eropa berhati-hati meski aktivitas kerja, perjalanan dan rekreasi kembali normal.

Dilansir dari CNBC.com, Kamis (21/10/2021), Eropa adalah satu-satunya wilayah di antara enam wilayah negara anggota WHO di mana kasus COVID-19 meningkat. Hal itu disampaikan oleh para peneliti dalam pembaruan epidemiologi WHO yang diterbitkan Selasa (19/10) waktu setempat.

Ada lebih dari 1,3 juta kasus infeksi virus Corona yang dilaporkan di seluruh Eropa selama sepekan yang berakhir Minggu (17/10). Jumlah itu melonjak 7% dari tujuh hari sebelumnya.

"Itu 3 minggu peningkatan progresif," kata Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program darurat kesehatan WHO, dalam tanya jawab yang disiarkan di saluran media sosial WHO.

"Jadi, sementara kurva global secara keseluruhan terlihat seperti sedang menurun, Eropa telah naik tiga minggu berturut-turut," imbuhnya.

Situasi di Eropa sebagian didorong oleh lonjakan kasus di Ceko, Hongaria, dan Polandia. Ryan mengatakan kasus COVID-19 melonjak 50% selama seminggu terakhir di negara-negara tersebut.

Ryan mengatakan COVID sudah mulai membebani sistem perawatan kesehatan di beberapa negara. Ketersediaan tempat tidur perawatan intensif mulai terbatas. Ryan menyalahkan lonjakan kasus itu, setidaknya sebagian, dipicu pelonggaran pembatasan COVID-19.

"Belahan bumi utara sedang menuju musim dingin, dan kita perlu khawatir tentang peningkatan di seluruh Eropa saat kita memasuki akhir musim gugur," kata Ryan.

"Dan ketika masyarakat mulai terbuka, kami melihat jumlah itu meningkat, dan di sejumlah negara, kami sudah melihat sistem kesehatan mulai mendapat tekanan, kami melihat jumlah tempat tidur ICU yang tersedia menurun," imbuhnya.

Selain varian delta yang sangat menular, para peneliti juga memantau evolusi strain yang bisa lebih berbahaya. Varian itu dikenal sebagai delta plus. Para ahli di Inggris melihat mutasi virus Corona ini pada semakin banyak pasien COVID.

Inggris menjadi salah satu negara Eropa yang mengalami kenaikan kasus harian akibat infeksi virus Corona. Per Selasa (19/10), kasus harian infeksi Corona di negara ini mencapai 43.324 kasus. Juru bicara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan tidak ada bukti bahwa delta plus lebih menular daripada varian delta sebelumnya.


(haf/haf)