Rekor! Rusia Catat 33.000 Kasus Corona Sehari dan 1.000 Kematian

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 16:47 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19
ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Ronnakorn Triraganon)
Jakarta -

Untuk pertama kalinya sejak dimulainya pandemi virus Corona, Rusia mencatat lebih dari 1.000 kematian akibat COVID-19 dalam 24 jam. Ini terjadi di saat kampanye vaksinasi di negara itu terhenti dan hanya beberapa pembatasan yang diberlakukan.

Seperti diberitakan AFP, Sabtu (16/10/2021), penghitungan resmi pemerintah menunjukkan 1.002 kematian dan 33.208 kasus infeksi baru dalam sehari. Ini merupakan angka tertinggi untuk kematian dan jumlah kasus COVID-19 untuk hari ketiga berturut-turut.

Wabah yang melonjak ini terjadi di saat hanya 31 persen warga Rusia yang diinokulasi penuh hingga hari Sabtu (16/10) ini, menurut situs web Gogov, yang menghitung data COVID-19 dari wilayah-wilayah Rusia.

Kurangnya pembatasan ketat telah memungkinkan virus menyebar tanpa terkendali, meskipun sejumlah daerah telah memberlakukan kembali kode QR untuk akses ke tempat-tempat umum.

Kematian akibat COVID-19 di Rusia kini mencapai 222.315, jumlah kematian tertinggi di Eropa.

Pemerintah Rusia telah menolak keras untuk memperkenalkan kembali pembatasan besar-besaran, meskipun mengakui rendahnya tingkat vaksinasi negara itu "tidak dapat diterima".

Pekan ini, pemerintah Rusia telah mengatakan bahwa pihak berwenang harus memastikan "ekonomi terus bekerja."

Pada hari Kamis (14/10) waktu setempat, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov sekali lagi mengesampingkan lockdown, dan mengatakan bahwa pihak berwenang harus "terus menjelaskan kepada orang-orang tentang perlunya divaksinasi".

"Tidak bertanggung jawab jika tidak mendapatkan vaksin," katanya kepada wartawan.

Tetapi Peskov menambahkan bahwa sistem perawatan kesehatan Rusia siap untuk menghadapi lonjakan pasien COVID-19, dengan mengatakan bahwa rumah sakit tidak "kewalahan".

"Seluruh infrastruktur medis dimobilisasi," katanya.

Jajak pendapat independen menunjukkan bahwa lebih dari setengah warga Rusia tidak berencana untuk divaksinasi.

(ita/ita)