Round-Up

Ribut Parpol Raksasa Paman Sam Gegara Dana Iron Dome Israel Dicabut

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 23:14 WIB
Saat Iron Dome membendung tembakan roket Hamas (AFP/MOHAMMED ABED)
Ilustrasi: Saat Iron Dome membendung tembakan roket Hamas (AFP/MOHAMMED ABED)
Washington DC -

Dua partai politik (parpol) raksasa di Amerika Serikat (AS) sedang ribut soal masalah Israel. Mereka berdebat apakah AS masih perlu membantu Israel dengan duit untuk Iron Dome.

Apa itu Iron Dome?

Iron Dome adalah alat utama sistem persenjataan Israel yang mampu menangkal roket, kebanyakan dari roket-roket Hamas yang merupakan seteru mereka. Iron Dome sudah dikembangkan Israel sejak 2006 dan digunakan pada 2011.

Dilansir CNN, Iron Dome berfungsi seperti sebuah kubah yang mengelilingi Israel. Fungsinya untuk mencegah roket masuk ke target vital di negeri Zionis tersebut.

Ada roket yang langsung dihancurkan, ada juga yang dibiarkan bila mengarah ke area terbuka. Kubah itu dilengkapi radar yang bisa mengidentifikasi target. Ada juga peluncur roket yang bisa bergerak bebas. Sistem ini sangat mudah untuk dipindahkan, hanya butuh beberapa jam saja untuk mempersiapkannya.

Sebenarnya, Iron Dome tidak berwujud seperti kubah atau atap melengkung yang melindungi ruangan di bawahnya. Wujud Iron Dome adalah sistem roket dengan radar.

Bila ada roket ditembakkan Hamas misalnya, maka roket Iron Dome segera meluncur menghajar roket Hamas itu supaya roket Hamas tidak melukai warga Israel.

(FILES) This file photo taken on November 12, 2018 shows an Iron Dome defence system, designed to intercept and destroy incoming short-range rockets and artillery shells, in the southern Israeli town of Sderot. - The US Army said on February 6, 2019, it wants to purchase a limited number of Iron Dome short-range air defense systems, an interceptor technology developed by Israel with US support. (Photo by JACK GUEZ / AFP)12 November 2018, Iron Dome di Sderot, Israel Selatan. (Photo by JACK GUEZ / AFP)

Selanjutnya, peran AS dalam Iron Dome:

Peran AS

Benteng Udara Israel ini dibuat oleh perusahaan senjata bernama Rafael Advanced Defense System, perusahaan Israel.

Pada tahun 2014, AS menyediakan US$ 235 juta untuk riset Iron Dome. Setiap baterai dome membutuhkan biaya sekitar US$ 50 juta. Misilnya senilai US$ 62.000.

Negara-negara lain tertarik untuk menggunakan sistem ini, seperti Korea Selatan dan beberapa negara bagian NATO di Eropa.

Ribut Demokrat vs Republik

Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) dihujani kecaman setelah dilaporkan menghapus rencana anggaran jangka pendek terkait alokasi US$ 1 miliar untuk sistem pertahanan rudal Iron Dome di Israel. Cekcok politik terjadi pada Selasa (21/9) waktu setempat.

Menurut laporan media-media AS, seperti dilansir AFP, Rabu (22/9/2021), perubahan terjadi setelah sekelompok anggota DPR AS beraliran sayap kiri dari Partai Demokrat menolak alokasi tersebut dan mengancam akan menahan rencana anggaran itu saat voting digelar pada Selasa (21/9) malam waktu setempat.

Kalangan sayap kiri atau progresif semakin skeptis terhadap bantuan tanpa pamrih AS untuk sekutu pentingnya di Timur Tengah, beberapa bulan setelah berakhirnya kepemimpinan garis keras sayap kanan Benjamin Netanyahu selama 11 tahun.

Pemimpin Partai Republik di DPR AS, Kevin McCarthy, mengecam kalangan Partai Demokrat yang dianggap menyerah pada 'pengaruh anti-Semitisme dari anggota-anggota mereka yang radikal'.

Tuduhan serupa disampaikan oleh Senator Texas, Ted Cruz, yang mendesak jajaran politikus Partai Demokrat untuk mengecam kepemimpinan mereka.

Dalam komentar terpisah, anggota parlemen AS dari Partai Demokrat yang mewakili Minnesota, Dean Phillips, menyatakan dirinya 'tidak percaya' bahwa rekan-rekannya memilih berisiko menutup pemerintahan daripada membela 'salah satu sekutu paling penting dan satu-satunya negara Yahudi di dunia' dari roket Hamas.

Selanjutnya, Demokrat memastikan dana untuk Israel aman:

Pimpinan Partai Demokrat telah memastikan tidak ada gangguan terhadap bantuan pendanaan untuk Israel tersebut, dengan dananya akan diambil dari sumber lainnya.

Namun hal itu disampaikan setelah caci-maki dari Partai Republik menghujani para anggota parlemen dari Partai Demokrat, termasuk tuduhan anti-Semitisme.

Cek-cok pada Selasa (21/9) waktu setempat ini dipicu oleh kalangan Partai Demokrat pada DPR AS yang menghapus ketentuan yang sebelumnya disertakan dalam rencana anggaran untuk menjaga pemerintah federal tetap memiliki pendanaan untuk membantu meningkatkan sistem pertahanan udara Israel.

Pemimpin mayoritas House of Representatives (HOR) atau DPR AS dari Partai Demokrat, Steny Hoyer, menyatakan akan ada voting 'sebelum akhir pekan ini yang akan mendanai sepenuhnya Iron Dome'.

Steny Hoyer menambahkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid, untuk 'memastikan kepadanya bahwa rencana anggaran itu akan diloloskan' oleh DPR.

Lebih lanjut, Hoyer menyatakan bahwa DPR AS akan menggunakan prosedur dipercepat, atau yang dikenal sebagai 'suspension bill' yang mengharuskan rencana anggaran disetujui oleh dua pertiga anggota yang hadir atau dalam voting secara lisan untuk mendapatkan suara bulat. Senat kemudian akan mengadopsinya.

(dnu/dnu)