Round-Up

PM Morrison Telepon Jokowi Demi Redam Gaduh Kapal Selam

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 20:00 WIB
Presiden Jokowi menyambangi Gedung Parlemen Australia di Canberra. Disana, Jokowi disambut Perdana Menteri Australia Scott Morrison.
Jokowi dan Scott Morrison (Foto: AP Photo)

Selain itu, Indonesia berharap Australia mengutamakan dialog untuk memecahkan perbedaan dengan damai. Indonesia menyebut penghormatan hukum internasional untuk menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan amat penting.

"Indonesia mendorong Australia dan pihak-pihak terkait lainnya untuk terus mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan secara damai. Dalam kaitan ini, Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982 dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan," kata Kemlu RI.

Scott Morrison Telepon Jokowi soal Kemitraan AUKUS

Kabar komunikasi PM Scott Morrison dengan Presiden Jokowi disebut terjadi pada Senin kemarin. Komunikasi itu disebut terjadi setelah Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan prihatin atas perlombaan senjata terkait perjanjian tiga arah Australia-Inggris-Amerika Serikat.

Berdasarkan informasi dari ABC, Morrison menegaskan kembali kepada Presiden Jokowi bahwa Australia akan tetap menjalankan kewajibannya menurut perjanjian nonproliferasi nuklir (NPT). Morrison menjelaskan kemitraan keamanan Australia-Inggris-Amerika Serikat (AUKUS) yang baru justru akan berkontribusi pada stabilitas dan 'keseimbangan strategis' di kawasan.

Bukan hanya Morrison, kabarnya delegasi Australia juga bakal berangkat ke Jakarta. Delegasi tersebut bakal menjelaskan secara terperinci berkaitan dengan kemitraan keamanan AUKUS tersebut.

Indonesia bukan satu-satunya negara ASEAN yang menyatakan kekhawatiran secara terbuka tentang armada kapal selam bertenaga nuklir yang akan diadakan oleh Australia.

Australia Tegaskan Tak Berniat Cari Senjata Nuklir

Otoritas Australia menegaskan komitmennya sebagai pendukung sentralitas ASEAN setelah pengumuman kemitraan keamanan baru dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris, yang mencakup kesepakatan pasokan kapal selam bertenaga nuklir, memicu beragam tanggapan internasional.

Ditegaskan Duta Besar Australia untuk ASEAN, Will Nankervis, bahwa Australia akan terus mendorong kawasan yang damai dan aman dengan ASEAN sebagai pusatnya. Demikian seperti disampaikan dalam keterangan pers dari Kedubes Australia yang diterima detikcom, Selasa (21/9/2021).

"Komitmen kami terhadap sentralitas ASEAN tetap teguh seperti sebelumnya menyusul pengumuman bahwa kami akan membentuk kemitraan keamanan yang ditingkatkan antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat - AUKUS - yang akan memungkinkan kami untuk berbagi teknologi dan kemampuan dengan lebih baik. Ini bukan aliansi atau pakta pertahanan," tegas Nankervis dalam pernyataannya.

Simak juga Video: PM Inggris: Hubungan Kami dan Prancis Tak Dapat Dihancurkan

[Gambas:Video 20detik]