Round-Up

PM Morrison Telepon Jokowi Demi Redam Gaduh Kapal Selam

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 20:00 WIB
Presiden Jokowi menyambangi Gedung Parlemen Australia di Canberra. Disana, Jokowi disambut Perdana Menteri Australia Scott Morrison.
Jokowi dan Scott Morrison (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison dikabarkan menelepon Presiden Joko Widodo (Jokowi). Komunikasi keduanya disebut demi meredam kegaduhan gara-gara Australia memutuskan membangun armada kapal selam bertenaga nuklir atas bantuan AS dan Inggris.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah. Faizasyah mengatakan telepon keduanya berlangsung pada Senin (20/9) sore kemarin.

"Betul, ada komunikasi per telepon kemarin sore," kata Faizasyah saat dihubungi, Selasa (21/9/2021).

Faizasyah mengaku tidak mengetahui secara persis komunikasi di antara Jokowi dan Scott Morrison. Namun dia menyebut wajar jika PM Australia menghubungi Jokowi berkaitan dengan perkembangan terkini.

"Saya tidak mengetahui substansinya, namun akan wajar kiranya bila kedua kepala pemerintahan membicarakan perkembangan terkini," ucapnya.

Sikap Indonesia atas Kapal Selam Nuklir Australia

Sebelumnya, Australia memutuskan membangun armada kapal selam bertenaga nuklir dengan bantuan AS dan Inggris menyusul tercapainya kesepakatan aliansi pertahanan baru ketiga negara tersebut. Indonesia prihatin atas keputusan Australia.

"Indonesia mencermati dengan penuh kehati-hatian tentang keputusan pemerintah Australia untuk memiliki kapal selam bertenaga nuklir. Indonesia sangat prihatin atas terus berlanjutnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan militer di kawasan," kata pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia seperti dikutip Jumat (17/9).

Indonesia mengingatkan Australia soal nonproliferasi nuklir. Indonesia juga mendorong Australia memenuhi kewajiban menjaga stabilitas di kawasan.

"Indonesia menekankan pentingnya komitmen Australia untuk terus memenuhi kewajibannya mengenai nonproliferasi nuklir. Indonesia mendorong Australia untuk terus memenuhi kewajibannya untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan sesuai dengan Treaty of Amity and Cooperation," ujar Kemlu RI.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: