Round-Up

Buntut Kapal Selam AS-Australia, Adu Senjata Nuklir Digemborkan Korut

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 06:45 WIB
Presiden Macron turut meninjau dan ikut langsung dalam peluncuran rudal nuklir dari kapal selam.
Ilustrasi / Kapal selam nuklir milik Prancis (Foto: Reuters/Fred Tanneau)
Pyongyang -

Proyek kapal selam bertenaga nuklir Australia memicu respons dari negara lain. Bahkan Korea Utara (Korut) menilai hal itu bisa memicu 'perlombaan senjata nuklir' di kawasan Indo-Pasifik.

"Ini merupakan tindakan yang sangat tidak diinginkan dan berbahaya yang akan merusak keseimbangan strategis di kawasan Asia-Pasifik dan memicu rantai perlombaan senjata nuklir," sebut seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korut seperti dilansir kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA).

Kepala divisi berita asing pada Departemen Pers dan Informasi Kementerian Luar Negeri Korut tersebut lalu menunjuk hidung Amerika Serikat (AS).

"Hal ini menunjukkan bahwa AS merupakan pelaku utama dalam menumbangkan sistem non-proliferasi nuklir internasional," imbuhnya.

Seperti dilansir AFP, Senin (20/9/2021), AS pekan lalu mengumumkan pakta keamanan tiga negara dengan Australia dan Inggris, sebagai bagian dari kemitraan strategis di mana kapal-kapal selam bertenaga nuklir buatan AS akan dipasok ke Australia.

Pada Rabu (15/9) pekan lalu, Korut yang memiliki senjata nuklir ini meluncurkan dua rudal balistik yang jatuh ke lautan. Sedangkan negara tetangganya, Korea Selatan (Korsel) mengklaim sukses menguji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam beberapa jam setelahnya.

Rentetan uji coba rudal dan kesepakatan pertahanan yang tercapai di Pasifik menyoroti perlombaan senjata di kawasan tersebut yang semakin intensif saat persaingan AS dan China terus berkembang.

"Sangat wajar bahwa negara-negara tetangga termasuk China mengecam tindakan ini sebagai tindakan tidak bertanggung jawab yang menghancurkan perdamaian dan stabilitas di kawasan," ucap pejabat Korut itu seperti dikutip KCNA.

Aliansi pertahanan AS-Inggris-Australia ini memicu reaksi negara lain. Indonesia, Malaysia, hingga China memberi respons negatif terkait proyek kapal selam bertenaga nuklir tersebut.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'PM Inggris: Hubungan Kami dan Prancis Tak Dapat Dihancurkan':

[Gambas:Video 20detik]