Prancis Marah Soal Kapal Selam, Biden Ajak Macron Bicara

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 16:09 WIB
President Joe Biden speaks about the end of the war in Afghanistan from the State Dining Room of the White House, Tuesday, Aug. 31, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Presiden AS, Joe Biden (dok. AP Photo/Evan Vucci)
Paris -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengajak bicara Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam upaya meredakan situasi setelah kontrak kapal selam bertenaga nuklir antara AS dengan Australia memicu kemarahan Prancis.

Seperti dilansir AFP, Senin (20/9/2021), hal itu diungkapkan setelah Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, menolak tuduhan Prancis bahwa Australia berbohong soal rencana membatalkan kontrak pembelian kapal-kapal selam Prancis.

Morrison menegaskan telah menyuarakan kekhawatiran soal kesepakatan dengan Prancis 'berbulan-bulan lalu'.

Keputusan Australia membatalkan kesepakatan pembelian kapal selam Prancis demi mendapatkan pasokan kapal selam AS itu memicu kemarahan otoritas Prancis. Macron menarik pulang Duta Besar Prancis untuk Australia dan AS dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun dalam pernyataan pada Minggu (19/9) waktu setempat, juru bicara pemerintah Prancis, Gabriel Attal, mengungkapkan rencana percakapan telepon antara Macron dan Biden 'dalam beberapa hari ke depan' atas permintaan sang Presiden AS.

Disebutkan bahwa dalam percakapan telepon itu, Macron akan meminta 'klarifikasi' dari Biden setelah pengumuman pakta pertahanan AS, Australia dan Inggris yang mendorong Australia membatalkan kontrak besar untuk kapal Prancis bertenaga diesel-listirk.

"Kami ingin penjelasan," tegas Attal dalam pernyataannya. Dia menyebut AS harus menjawab untuk 'apa yang tampak seperti pelanggaran kepercayaan besar'.