Partai Pro-Putin Unggul Sementara dalam Pemilu Parlemen Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 15:06 WIB
Russian President Vladimir Putin speaks via video call during a news conference in Moscow, Russia, Thursday, Dec. 17, 2020. This year, Putin attended his annual news conference online due to the coronavirus pandemic. (Aleksey Nikolskyi, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Vladimir Putin (dok. Aleksey Nikolskyi, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Moskow -

Partai politik yang mendukung Presiden Rusia, Vladimir Putin, unggul sementara dalam pemilu parlemen yang digelar Minggu (19/9) waktu setempat.

Seperti dilansir Reuters, Senin (20/9/2021), dengan nyaris 74 persen suara telah dihitung, Komisi Pemilu Pusat menyatakan Partai United Russia yang pro-Putin dan kini berkuasa meraup keunggulan dengan memperoleh nyaris 49 persen suara, dengan rival terdekatnya, Partai Komunis, memperoleh sekitar 20 persen suara.

Meskipun berhasil unggul, performa Partai United Russia dinilai agak melemah jika dibandingkan pemilu parlemen sebelumnya tahun 2016 lalu, saat partai ini meraup kemenangan dengan 54 persen suara.

Ketidaknyamanan selama bertahun-tahun dengan standar kehidupan menurun dan adanya tuduhan korupsi dari oposisi juga pengkritik Kremlin, Alexei Navalny, yang kini mendekam dalam bui, diperkirakan telah mengikis dukungan untuk Partai United Russia.

Situasi itu diperparah oleh kampanye pemungutan suara taktis yang diatur oleh sekutu-sekutu Navalny. Mereka mendorong skema yang bertujuan mendukung kandidat yang paling mungkin mengalahkan kandidat Partai United Russia dalam pemilu daerah. Dalam banyak kasus, mereka menyarankan warga menahan diri dan memilih Partai Komunis demi memecah suara.

Para pengkritik Kremlin, yang menuduh adanya kecurangan skala besar dalam pemilu, menyebut pemilu parlemen ini palsu dalam hal apapun. Mereka menyebut Partai United Russia akan bernasib buruk dalam pemilu yang sungguh-sungguh adil, mengingat aksi Kremlin menetapkan gerakan pendukung Navalny melanggar hukum, melarang sekutu-sekutunya mencalonkan diri dan menargetkan media-media maupun organisasi non-pemerintah yang kritis.

Otoritas pemilu Rusia menyatakan pihaknya telah membatalkan hasil apapun di tempat-tempat pemungutan suara yang jelas terjadi penyimpangan dan menegaskan keseluruhan pemungutan suara berlangsung adil.