Putin Sebut Aliansi Rusia-China Harus Pastikan Taliban Penuhi Janji

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 19:19 WIB
Russian President Vladimir Putin attends a meeting on the situation with the spread of the COVID-19 coronavirus disease in Russia, via a teleconference call at the Novo-Ogaryovo state residence outside Moscow on April 13, 2020. (Photo by Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP)
Vladimir Putin (dok. Alexey DRUZHININ/SPUTNIK/AFP)
Moskow -

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mencetuskan agar blok keamanan yang dipimpin Rusia dan China memimpin dalam upaya memastikan kelompok Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan memenuhi janji-janjinya, khususnya soal pencegahan terorisme dan perdagangan narkoba.

Seperti dilansir AFP, Jumat (17/9/2021), hal tersebut dicetuskan Putin saat berbicara via video link dalam pertemuan delapan anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) yang digelar di Tajikistan, negara tetangga Afghanistan.

Negara-negara yang bersekutu dengan Rusia dan China diketahui menggelar rentetan pertemuan di negara Asia Tengah itu pada pekan ini.

Dalam forum tersebut, Putin menyatakan bahwa SCO harus 'menggunakan potensinya' untuk 'menstimulasi otoritas Afghanistan yang baru' dalam memenuhi janji-janji mereka untuk menormalkan kehidupan dan membawa keamanan di Afghanistan.

Moskow menunjukkan optimisme penuh kehati-hatian terhadap Taliban sejak kelompok radikal itu kembali berkuasa di Afghanistan bulan lalu.

Namun, Kremlin menyatakan tidak terburu-buru untuk mengakui pemerintahan baru Afghanistan. Rusia juga menyerukan kepada Taliban untuk mengekang perdagangan narkoba dan memerangi kelompok-kelompok ekstremis.

Baik Rusia maupun China telah menegaskan diri sebagai pemain kunci di kawasan, setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri secara tergesa-gesa dari Afghanistan dan Taliban mengambil alih kekuasaan.

Selain Rusia dan China, negara anggota SCO lainnya terdiri atas negara bekas Soviet seperti Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Uzbekistan. India dan Pakistan bergabung blok keamanan ini tahun 2017.

(nvc/idh)