Round-Up

Hilang Nyawa Belasan Warga Desa Usai Junta Myanmar Menyerang

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 21:34 WIB
YANGON, MYANMAR - FEBRUARY 17: Protesters chant solgans and wave flags during an anti-coup protest at Sule Square on February 17, 2021 in downtown Yangon, Myanmar. Armored vehicles continued to be seen on the streets of Myanmars capital, but protesters turned out despite the military presence. The military junta that staged a coup against the elected National League for Democracy (NLD) government moved to keep the countrys de-facto leader Aung San Suu Kyi under house arrest after she was charged with violations of import-export and Covid prevention laws. (Photo by Hkun Lat/Getty Images)
Demonstrasi di Myanmar (Getty Images/Hkun Lat)
Naypyitaw -

Terjadi pertumpahan darah di Myanmar. Belasan warga desa tewas oleh operasi militer rezim Jenderal Min Aung Hlaing.

Pengumuman pemerintahan bayangan menghadapi junta militer menjadi awal cerita. Pemerintahan bayangan ini dibentuk oleh Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), grup yang berlawanan arah terhadap rezim junta militer. Aung San Suu Kyii ada di NUG.

Diberitakan AFP, Plt Presiden NUG, Duwa Lashi La pada hari Selasa (7/9) mendesak warga untuk menargetkan aset-aset militer di daerah mereka.

"Kami meluncurkan perang defensif rakyat melawan junta," katanya dalam rekaman video.

"Semua warga di dalam... Myanmar memberontak melawan para teroris militer yang dipimpin oleh Min Aung Hlaing," cetusnya.

Lihat juga video 'Oposisi Myanmar Deklarasikan Perang Lawan Junta Militer':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, respons junta militer terhadap NUG: