International Updates

Inggris Serukan Warganya Tinggalkan Afghanistan, 10 Orang Ditikam di Tokyo

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 07 Agu 2021 16:59 WIB
HERAT, AFGHANISTAN - OCTOBER 14:  Taliban fighters lay down their weapons as they surrender to the government of Herat Province on October 14, 2009 in Western Afghanistan.  More than 40 insurgents handed in their weapons in the wake of an ongoing government security operation which killed the Taliban commander in the Gazara district, Ghulam Yahya Akbari days ago.  (Photo by Majid/Getty Images)
kelompok Taliban (Foto: Getty Images/Majid Saeedi)

"Situs peluncuran roket terletak di dekat lingkungan sipil, sekali lagi menekankan bagaimana Hamas terus membahayakan warga sipil Palestina," imbuh militer Israel.

- Penikaman di Kereta Komuter Tokyo, 10 Orang Luka-luka

Seorang pria bersenjata pisau melukai 10 orang dalam serangan penikaman di kereta komuter Tokyo, Jepang. Pelaku telah ditangkap polisi usai kejadian pada Jumat (6/8) malam waktu setempat tersebut.

Seperti diberitakan Reuters dan Channel News Asia, Sabtu (7/8/2021), media-media lokal Jepang memberitakan bahwa tersangka pelaku mengatakan kepada polisi bahwa dia menjadi marah ketika dia melihat wanita-wanita yang "tampak bahagia" dan ingin membunuh mereka.

Polisi menangkap pria berusia 36 tahun itu di Tokyo setelah dia menikam orang-orang dalam serangan itu sekitar pukul 20.40 waktu setempat pada hari Jumat (6/8) di kereta di Jalur Odakyu di bagian barat ibu kota Jepang tersebut.

- Situasi Memburuk, Inggris Serukan Warganya Tinggalkan Afghanistan

Pemerintah Inggris memperingatkan semua warga negara Inggris di Afghanistan untuk segera meninggalkan negara itu karena "situasi keamanan yang memburuk". Peringatan ini disampaikan seiring meningkatnya pertempuran antara ketika pasukan pemerintah Afghanistan dan kelompok militan Taliban.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (7/8/2021), Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris pada hari Jumat (6/8) waktu setempat, dalam postingan di situs webnya menyarankan agar semua perjalanan ke Afghanistan tidak dilakukan.

"Semua warga negara Inggris di Afghanistan disarankan untuk pergi sekarang dengan cara komersial. Jika Anda masih di Afghanistan, Anda disarankan untuk pergi sekarang dengan cara komersial karena situasi keamanan yang memburuk," demikian disampaikan.

Kantor Luar Negeri Inggris memperingatkan warga Inggris untuk tidak bergantung pada pihaknya soal evakuasi darurat, dengan mengatakan bantuan yang dapat diberikannya "sangat terbatas".


(ita/ita)