International Updates

PM Malaysia Umumkan Paket Stimulus Rp 523 T, Hambali Segera Diadili AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 18:55 WIB
Presiden Partai Pribumi Malaysia Bersatu Muhyiddin Yassin diangkat sebagai Perdana Menteri Malaysia. Ia gantikan Mahathir Mohamad yang sebelumnya undurkan diri.
PM Malaysia Muhyiddin Yassin (AP Photo)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengumumkan paket stimulus ekonomi yang baru setelah memperpanjang lockdown total di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Paket stimulus senilai 150 miliar Ringgit (Rp 523,7 triliun) ini dimaksudkan untuk memitigasi dampak lockdown total.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (29/6/2021), PM Muhyiddin dalam pidatonya pada Senin (28/6) waktu setempat menyatakan bahwa paket stimulus bernama Pemulih -- paket perlindungan rakyat dan pemulihan ekonomi -- ini bertujuan membantu warga mengatasi kesulitan keuangan akibat pandemi Corona.

"Saya berharap paket finansial ini mampu membantu Anda melanjutkan hidup Anda dalam beberapa bulan ke depan. Saya menyadari ada banyak dari Anda yang terkena dampak buruk, akibat berjuang melawan pandemi COVID-19 selama lebih dari setahun," ucap PM Muhyiddin dalam pidatonya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (29/6/2021):

- Dokumen Rahasia Tertinggal di Halte Bus, Kemenhan Inggris Minta Maaf

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Inggris meminta maaf setelah dokumen rahasia mengenai pergerakan kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris di Laut Hitam, ditemukan di halte bus.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (29/6/2021), Menteri Pertahanan junior Inggris, Jeremy Quin mengatakan kepada parlemen bahwa pemerintah "sangat menyesal" atas kesalahan tersebut, yang ia tuduhkan pada seorang pejabat senior kementerian.

Salah satu dokumen, yang ditemukan oleh seorang warga di Kent, Inggris tenggara, dan diserahkan kepada BBC, bertuliskan "Secret: UK Eyes Only".

Quin mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dokumen yang hilang itu sekarang telah kembali ke kementerian dan akses individu ke materi sensitif itu telah ditangguhkan, sambil menunggu penyelidikan.

- Lockdown Diperpanjang, PM Malaysia Umumkan Paket Stimulus Rp 523 T

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengumumkan paket stimulus ekonomi yang baru setelah memperpanjang lockdown total di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Paket stimulus senilai 150 miliar Ringgit (Rp 523,7 triliun) ini dimaksudkan untuk memitigasi dampak lockdown total.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (29/6/2021), PM Muhyiddin dalam pidatonya pada Senin (28/6) waktu setempat menyatakan bahwa paket stimulus bernama Pemulih -- paket perlindungan rakyat dan pemulihan ekonomi -- ini bertujuan membantu warga mengatasi kesulitan keuangan akibat pandemi Corona.

"Saya berharap paket finansial ini mampu membantu Anda melanjutkan hidup Anda dalam beberapa bulan ke depan. Saya menyadari ada banyak dari Anda yang terkena dampak buruk, akibat berjuang melawan pandemi COVID-19 selama lebih dari setahun," ucap PM Muhyiddin dalam pidatonya.

"Meskipun jutaan warga Malaysia telah menerima bantuan finansial dari pemerintah sejak Maret 2020 ... Saya memahami bahwa bantuan harus diperpanjang selama mungkin selama pandemi masih berlangsung," imbuhnya.

- Tentara AS Diserang Roket di Suriah Usai Gempur Milisi Pro-Iran

Militer Amerika Serikat (AS) dihantam serangan sejumlah roket di wilayah Suriah. Serangan roket ini diduga merupakan balasan untuk serangan udara yang dilancarkan AS terhadap milisi pro-Iran di Suriah dan Irak pada akhir pekan.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (29/6/2021), militer AS dalam pernyataannya menyebut tidak ada laporan korban luka akibat serangan roket tersebut. Belum diketahui pihak atau kelompok yang bertanggung jawab atas serangan roket terhadap tentara AS tersebut.