Nyaris 2 Ribu Migran Venezuela Tewas Dibunuh di Kolombia!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 12:02 WIB
Bendera Venezuela
ilustrasi (Foto: Reuters)
Jakarta -

Setidaknya 1.933 migran Venezuela tewas dibunuh di Kolombia antara tahun 2015 dan 2020, dan 836 migran lainnya "dianggap hilang."

Demikian menurut data yang disampaikan sebuah LSM Kolombia, Consultancy for Human Rights and Displacement (CODHES) dalam sebuah laporan seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (24/6/2021).

"Sementara tingkat pembunuhan nasional terus menurun, tingkat pembunuhan penduduk Venezuela telah meningkat dan 2,8 kali lebih tinggi," kata CODHES dalam laporannya.

Dalam sebuah laporan tentang situasi berdasarkan angka resmi dan pengaduan yang dikumpulkan oleh organisasi tersebut, LSM tersebut mengatakan bahwa "situasi yang tidak teratur dari sebagian besar penduduk ... telah membuat mereka menghadapi diskriminasi, xenofobia, atau stigmatisasi."

Hampir enam juta orang telah meninggalkan Venezuela, yang telah berada dalam resesi selama delapan tahun. Negara itu jatuh ke dalam krisis politik pada Januari 2019 ketika pemimpin oposisi Juan Guaido, yang menjadi ketua parlemen pada saat itu, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara setelah Presiden Nicolas Maduro mengklaim kembali kemenangan dalam pemilu.

Sekitar 1,8 juta pengungsi Venezuela berada di Kolombia, yang mulai memberikan tempat tinggal resmi kepada hampir satu juta dari para pengungsi tersebut pada bulan Maret lalu.

Kolombia dan Venezuela tidak memiliki hubungan diplomatik dan berbagi perbatasan sekitar 1.400 mil (2.200 kilometer).

CODHES juga memperingatkan tentang kekerasan seksual yang dilakukan terhadap populasi migran, yakni 2.319 warga Venezuela, kebanyakan gadis di bawah umur, mengalami serangan seksual antara tahun 2015 dan 2020.

(ita/ita)