Round-up

Nestapa Sekeluarga Muslim Tewas Usai Diserang di Kanada

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 23:25 WIB
Jakarta -

Satu keluarga Muslim di selatan provinsi Ontario, Kanada tewas diserang. Serangan itu diduga sudah direncanakan.

Satu keluarga ini terdiri dari 4 orang. Keempatnya ditabrak dengan truk pick-up yang dikendarai seorang pria.

Dilansir AFP, Selasa (8/6/2021), pria penabrak yang berusia 20 tahun dengan mengenakan rompi "seperti pelindung tubuh" melarikan diri dari tempat kejadian dan ditangkap di sebuah mal 7 km (empat mil) dari persimpangan di London, Ontario di mana peristiwa itu terjadi.

"Ada bukti bahwa ini adalah tindakan yang direncanakan, direncanakan, dimotivasi oleh kebencian. Diyakini bahwa para korban ini menjadi sasaran karena mereka Muslim," Inspektur Detektif Paul Waight mengatakan pada konferensi pers.

Tidak disebutkan secara rinci nama-nama dari korban, tetapi mereka termasuk seorang wanita berusia 74 tahun, seorang pria berusia 46 tahun, seorang wanita berusia 44 tahun dan seorang gadis berusia 15 tahun - bersama-sama mewakili tiga generasi, kata Wali Kota London Ed Holder.

"Biar saya perjelas, ini adalah tindakan pembunuhan massal yang dilakukan terhadap Muslim, terhadap warga London, yang berakar pada kebencian yang tak terkatakan," kata Holder.

Dinamakan sebagai Nathaniel Veltman, tersangka telah didakwa dengan empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan satu tuduhan percobaan pembunuhan.

Polisi menyebut kejadian itu terjadi pada Minggu (6/6) sekitar pukul 20:4 (0040 GMT Senin). Menurut polisi, lima anggota keluarga sedang berjalan bersama di sepanjang trotoar. Mereka tengah menunggu untuk menyeberangi persimpangan.

Lalu, sebuah truk pick-up hitam menaiki trotoar dan menabrak, keluarga tersebut. Dari lima orang anggota keluarga, sebanyak 4 orang dinyatakan tewas.

Waight memberikan beberapa rincian penyelidikan, tetapi mencatat bahwa posting media sosial tersangka ditinjau oleh polisi.

Dia mengatakan pihak berwenang setempat bekerja sama dengan polisi federal dan jaksa agung untuk menambahkan "kemungkinan tuduhan terorisme."

Selanjutnya
Halaman
1 2 3