4 Anggota Keluarga Muslim Tewas Diserang di Kanada, Pelaku Berumur 20 Tahun

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 08:55 WIB
Jakarta -

Seorang pengemudi menabrakkan sebuah truk pickup ke sebuah keluarga yang terdiri dari lima orang, menewaskan empat orang dari mereka dan melukai serius satu orang lainnya di Kanada. Pelaku, seorang pemuda berumur 20 tahun telah ditangkap dan menghadapi empat dakwaan pembunuhan tingkat pertama.

Seperti dilansir Associated Press dan Channel News Asia, Selasa (8/6/2021), Kepolisian Kanada menyatakan pelaku menargetkan para korban karena mereka Muslim. Pihak berwenang mengatakan seorang pemuda ditangkap di tempat parkir sebuah mal terdekat setelah serangan di kota London, Ontario tersebut. Polisi mengatakan sebuah truk pickup hitam menaiki trotoar dan menabrak para korban di persimpangan jalan.

"Ini adalah tindakan pembunuhan massal yang dilakukan terhadap Muslim," kata Wali Kota London Ed Holder. "Itu berakar pada kebencian yang tak terkatakan. Besarnya kebencian semacam itu dapat membuat satu pertanyaan tentang siapa kita sebagai sebuah kota," imbuhnya.

Polisi mengatakan korban tewas adalah seorang wanita berusia 74 tahun, seorang pria berusia 46 tahun, seorang wanita berusia 44 tahun dan seorang gadis berusia 15 tahun. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun dilaporkan dalam kondisi luka serius. Para pejabat mengatakan bahwa keluarga meminta nama-nama itu tidak dirilis.

"Dalam satu tindakan pembunuhan, beberapa individu telah memusnahkan tiga generasi keluarga. Ini mengerikan," kata Holder dalam wawancara dengan Associated Press.

Pelakunya, Nathaniel Veltman (20) ditahan dan menghadapi empat dakwaan pembunuhan tingkat pertama. Polisi mengatakan Veltman, seorang warga London, tidak mengenal para korban.

Detektif Superintendent Paul Waight mengatakan Veltman mengenakan rompi yang tampak seperti pelindung tubuh. Waight mengatakan polisi tidak tahu pada saat ini apakah tersangka adalah anggota kelompok kebencian tertentu. Dia mengatakan polisi London bekerja sama dengan polisi federal dan jaksa untuk melihat kemungkinan tuduhan terorisme. Dia menolak merinci bukti yang menunjukkan kemungkinan kejahatan rasial, tetapi mengatakan serangan itu direncanakan.