Keluarga Muslim Tewas Diserang, PM Kanada: Islamofobia Tak Punya Tempat!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 10:36 WIB
Prime Minister Justin Trudeau speaks during a press conference in Ottawa on Saturday, Jan. 11, 2020. Trudeau says Iran must take full responsibility for mistakenly shooting down a Ukrainian jetliner, killing all 176 civilians on board. (Justin Tang/The Canadian Press via AP)
Justin Trudeau (dok. Justin Tang/The Canadian Press via AP)
Ottawa -

Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, menyatakan dirinya 'ngeri' atas kabar kematian empat orang anggota keluarga Muslim dalam serangan truk di Ontario. Trudeau menegaskan bahwa Islamofobia tidak memiliki tempat di Kanada.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (8/6/2021), empat orang sekeluarga tewas dan satu anak laki-laki yang berusia 9 tahun mengalami luka-luka serius dalam serangan di kota London, Ontario, pada Minggu (6/6) malam waktu setempat.

Pelaku penyerangan, yang diidentifikasi bernama Nathaniel Veltman (20), telah ditahan dan menghadapi empat dakwaan pembunuhan tingkat pertama.

"Saya ngeri dengan kabar dari London, Ontario. Untuk orang-orang tercinta dari mereka yang terteror oleh aksi kebencian, kami ada di sini untuk Anda. Kami juga ada di sini untuk anak yang masih dirawat di rumah sakit -- hari kami tertuju pada Anda, dan Anda akan berada di pikiran kami hingga sembuh," ucap Trudeau dalam pernyataan via Twitter.

"Kepada komunitas Muslim di London dan kepada warga Muslim di seluruh wilayah negara ini, ketahuilah bahwa kami mendukung Anda. Islamofobia tidak memiliki tempat di masyarakat kita. Kebencian ini berbahaya dan tercela -- dan itu harus dihentikan," tegasnya.

Secara terpisah, premier Ontario, Doug Ford, menegaskan bahwa: "Keadilan harus ditegakkan atas aksi kebencian mengerikan yang terjadi."

Kepolisian Kanada menyebut para korban sengaja ditargetkan karena mereka Muslim. Wali Kota London, Ed Holder, menyebutnya sebagai 'pembunuhan massal terhadap Muslim'.

"Itu berakar pada kebencian yang tak terhingga," sebut Holder.

Dewan Nasional Muslim Kanada mengatakan sangat ngeri atas serangan ini. Dikatakan bahwa Muslim di Kanada telah menjadi terlalu akrab dengan kekerasan Islamofobia.

"Ini adalah serangan teroris di tanah Kanada, dan harus diperlakukan seperti itu," kata Kepala Dewan Nasional Muslim Kanada, Mustafa Farooq.

Kanada umumnya ramah terhadap imigran dan semua agama, tetapi pada tahun 2017, seorang pria Kanada-Prancis yang dikenal memiliki pandangan nasionalis, sayap kanan melakukan penembakan di sebuah masjid di Kota Quebec yang menewaskan enam orang.

Simak video '4 Anggota Keluarga Muslim Tewas Diserang di Kanada':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)