Keluarga Muslim Dibunuh di Kanada, Publik Teringat Serangan Masjid Quebec

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 12:25 WIB
Jakarta -

Seorang pengemudi menabrakkan sebuah truk pickup ke sebuah keluarga Muslim yang terdiri dari lima orang, menewaskan empat orang dari mereka dan membuat satu orang lainnya mengalami luka serius di Kanada. Aksi ini mengingatkan kembali publik akan aksi seorang pria yang menembak mati enam jemaah di masjid Quebec, Kanada pada tahun 2017.

Pria itu bernama Alexandre Bissonnette. Pada 29 Januari 2017, Bissonnette menyerbu masjid Kota Quebec dan melepaskan tembakan ke 40 pria dan empat anak yang sedang mengobrol setelah salat Isya.

Bissonnette melepaskan belasan tembakan, mundur sejenak ke tempat aman untuk mengisi kembali pistol sembilan milimeternya setidaknya empat kali. Dia menembaki orang-orang "seperti dia sedang bermain video game".

Akibatnya, enam orang tewas dan lima orang lainnya luka berat. Para korban semuanya adalah warga negara ganda yang berimigrasi ke Kanada. Mereka terdiri dari dua orang Aljazair, dua warga Guinea, satu warga Maroko, dan satu warga Tunisia.

Bissonnette digambarkan sebagai seorang penganut supremasi kulit putih yang menentang imigrasi Muslim. Namun dia tidak berafiliasi dengan kelompok mana pun.

Bissonnette sempat dihukum penjara seumur hidup berturut-turut untuk beberapa pembunuhan melanggar Piagam Hak dan Kebebasan Kanada.

Penuntut telah meminta hukuman 150 tahun, yang merupakan hukuman terlama di Kanada.

Namun, pada September 2020, hukumannya telah dipangkas menjadi 25 tahun penjara. Pengadilan Kanada memutuskan bahwa tidak konstitusional baginya untuk menjalani hukuman seumur hidup berturut-turut.

Penyerangan ke Warga Muslim Terjadi Lagi

Empat tahun berlalu, kasus penyerangan terhadap warga Muslim terjadi kembali. Pelaku, seorang pemuda berumur 20 tahun telah ditangkap.

Seperti dilansir Associated Press dan Channel News Asia, Selasa (8/6/2021), Kepolisian Kanada menyatakan pelaku menargetkan para korban karena mereka Muslim. Pihak berwenang mengatakan seorang pemuda ditangkap di tempat parkir sebuah mal terdekat setelah serangan di kota London, Ontario tersebut. Polisi mengatakan sebuah truk pickup hitam menaiki trotoar dan menabrak para korban di persimpangan jalan.

"Ini adalah tindakan pembunuhan massal yang dilakukan terhadap Muslim," kata Wali Kota London Ed Holder. "Itu berakar pada kebencian yang tak terkatakan. Besarnya kebencian semacam itu dapat membuat satu pertanyaan tentang siapa kita sebagai sebuah kota," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2