Trump Sebut Presiden Korsel Pemimpin Lemah, Akui Lebih Suka Kim Jong-Un

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 18:24 WIB
Donald Trump lolos dari pemakzulan: Apa dampak bagi dirinya, Joe Biden, dan Amerika Serikat?
Donald Trump (dok. BBC World)
Washington DC -

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyerang Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-In, dengan menyebutnya pemimpin lemah dan menuduhnya telah menipu AS. Di sisi lain, Trump kembali mengungkit persahabatannya dengan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un.

"Kim Jong-Un dari Korea Utara, yang saya kenal (dan saya sukai) dalam keadaan paling sulit, tidak pernah menghormati Presiden Korea Selatan saat ini, Moon Jae-In," sebut Trump dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu (24/4/2021).

"Presiden Moon lemah sebagai pemimpin dan perunding, kecuali jika menyangkut soal penipuan militer jangka panjang dan berkelanjutan terhadap AS ... Kita diperlakukan seperti orang bodoh selama bertahun-tahun, namun, saya membuat mereka membayar miliaran dolar lebih banyak untuk perlindungan militer dan layanan yang kita berikan," cetus Trump.

"Pemerintahan (Presiden AS Joe) Biden bahkan tidak akan meminta tambahan miliaran dollar yang dijanjikan Korea Selatan untuk dibayarkan kepada kita," ujarnya.

Selama kepresidenannya, Trump memposisikan diri sebagai perunding utama dalam perundingan damai di Semenanjung Korea.

Dia pertama kali bertemu Kim Jong-Un di Singapura pada Juni 2018. Pertemuan itu mencetak sejarah sebagai pertemuan tingkat tinggi pertama antara kedua negara yang secara teknis masih berperang. Trump pada saat itu menyebut dirinya dan Kim Jong-Un 'jatuh cinta'.

Keduanya kembali bertemu dua kali selama Trump menjabat dan Korut menghentikan sementara uji coba nulir serta rudal-rudalnya. Namun para analis menyatakan Korut masih berupaya mengembangkan program nuklirnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2