International Updates

Deputi Sheriff AS Diburu Atas Penembakan, Kecelakaan Maut Tesla Tanpa Sopir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 17:41 WIB
This photo provided by the Austin Police Department shows Stephen Broderick, 41. Broderick is wanted in the fatal shooting of three people in Austin, Texas, and police officials searching the surrounding area Sunday, April 18, 2021, warned residents that the suspect might take a hostage. Interim Austin Police Chief Joseph Chacon said the suspect, Stephen Broderick, was considered armed and dangerous. He asked area residents to continue to shelter in place and to call their neighbors to check on them. (Austin Police Department via AP)
Stephen Broderick diburu terkait penembakan yang menewaskan 3 orang di Texas (Foto: Austin Police Department via AP)
Jakarta -

Seorang mantan deputi sheriff di salah satu distrik di Texas, Amerika Serikat (AS), tengah diburu polisi terkait penembakan brutal yang menewaskan tiga orang. Mantan deputi sheriff itu diketahui pernah ditangkap terkait kasus penyerangan seksual pada anak.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (19/4/2021), Kepala Kepolisian Austin, Joseph Chacon, menyatakan kepolisian kini tengah memburu seorang tersangka yang diidentifikasi bernama Stephen Broderick (41). Chacon mengimbau warga setempat untuk 'tetap waspada'.

Penembakan brutal yang terjadi di Austin, Texas, pada Minggu (18/4) waktu setempat itu menewaskan tiga orang. Chacon menyebut ketiga korban tewas terdiri atas dua wanita keturunan Hispanik dan satu pria kulit hitam.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom hari ini, Senin (19/4/2021):

- Panas! Rusia Balas Usir 20 Diplomat Ceko

Pemerintah Rusia mengumumkan pengusiran 20 diplomat Ceko sebagai tanggapan atas keputusan pemerintah Ceko yang terlebih dulu mengusir 19 diplomat Rusia yang diidentifikasi sebagai agen rahasia.

Seperti dilansir AFP, Senin (19/4/2021), Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pengumuman pada Minggu (18/4) waktu setempat menyatakan 20 pegawai pada Kedutaan Besar Ceko di Moskow telah dinyatakan 'persona non grata' dan harus meninggalkan Rusia pada Senin (19/4) waktu setempat.

Pengusiran ini diumumkan setelah Duta Besar Ceko di Moskow, Vitezslav Pivonka, dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Pivonka diberitahu bahwa 20 pegawai Kedutaan Ceko di Moskow telah dinyatakan 'persona non grata'," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

- Rusia Ancam Pertumpahan Darah Jika Ukraina Kerahkan Tentara ke Donbass

Peringatan dilontarkan oleh Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Inggris, Andrey Kelin, terkait ketegangan antara negaranya dengan Ukraina dalam beberapa waktu terakhir. Kelin memperingatkan akan ada pertumpahan darah dan Rusia akan merespons, jika Ukraina mengerahkan pasukan militernya ke Donbass yang rawan konflik.

Seperti dilansir media Inggris, The Sun, Senin (19/4/2021), Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas semakin meningkatnya konflik di wilayah Donbass, Ukraina bagian timur, yang berbatasan langsung dengan Rusia.

Tentara Ukraina bertempur dengan pasukan yang didukung Rusia dalam konflik, yang diklaim oleh Ukraina telah menewaskan 14 ribu orang sejak tahun 2014.

Bulan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengerahkan puluhan ribu tentara Rusia beserta persenjataannya ke perbatasan Ukraina, yang memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik militer.

- Pangkalan Militer AS di Irak Dihantam Roket, 5 Orang Luka-luka

Sedikitnya lima roket dilancarkan ke sebuah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak pada Minggu (18/4) waktu setempat. Serangan roket itu melukai lima kontraktor dan tentara yang ada di pangkalan militer tersebut.

Seperti dilansir AFP, Senin (19/4/2021), seorang sumber keamanan setempat menuturkan kepada AFP bahwa dua roket di antaranya ditembakkan ke arah pangkalan udara Balad, sebelah utara ibu kota Baghdad, pada Minggu (18/4) waktu setempat.

Selanjutnya
Halaman
1 2