Polisi AS Todongkan Senjata-Semprotkan Merica ke Tentara Kulit Hitam

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 12:18 WIB
An armed French policeman secures the scene at the raid zone in Saint-Denis, near Paris, France, November 18, 2015 to catch fugitives from Friday nights deadly attacks in the French capital. REUTERS/Benoit Tessier
Ilustrasi (dok. REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta -

Gubernur Virginia, Ralph Northam, berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh setelah sebuah rekaman video yang beredar menunjukkan dua polisi Amerika Serikat (AS) menahan seorang tentara berkulit hitam di bawah todongan senjata api. Para polisi juga menggunakan semprotan merica ke wajah tentara itu.

Seperti dilansir AFP, Senin (12/4/2021), dalam video tersebut, Letnan Caron Nazario yang keturunan Afrika-Amerika dan Latin, berulang kali menanyakan apa kesalahannya saat dia dihentikan di tengah jalan dan diminta keluar mobil sambil ditodong senjata api oleh dua polisi setempat.

"Ini benar-benar kacau," ucap Nazario dalam video tersebut.

Tidak diketahui pasti alasan polisi sampai menodongkan senjata dan menggunakan semprotan merica. Namun pihak kepolisian setempat menuduh Nazario saat itu tidak kooperatif.

Laporan media-media setempat menyebut Nazario, yang saat itu memakai seragam militernya, diberhentikan di tengah jalan ketika mengendarai mobil SUV yang baru dibelinya. Dia diberhentikan polisi karena mobilnya tidak memiliki nomor polisi (nopol) permanen.

Menurut media terkemuka AS, The Washington Post, Nazario merupakan seorang petugas administrasi kesehatan pada Garda Nasional Virginia.

Dia disebut sedang berkendara pulang pada 5 Desember tahun lalu ketika mobilnya dihentikan polisi. Rekaman kamera yang terpasang pada tubuh polisi dan dari telepon genggam Nazario menyebar luas pada akhir pekan lalu, setelah Nazario mengajukan gugatan hukum meminta ganti rugi US$ 1 juta (Rp 14,6 miliar).

Simak juga 'Pria Bersenjata di Hawaii Bunuh Diri Usai Dikepung Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2