Dewan Keamanan PBB Kutuk Eskalasi Pertempuran di Yaman

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 11:01 WIB
Dewan Keamanan PBB Tolak Rancangan Rusia Untuk Bantuan Kemanusiaan Suriah
Pertemuan Dewan Keamanan PBB (Foto: DW News)
New York -

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk eskalasi pertempuran yang terjadi di Marib, Yaman. DK PBB juga menyerukan agar kelompok pemberontak Houthi segera mengakhiri serangan terhadap benteng terakhir pemerintah di wilayah utara itu, dan mendorong pemerintah untuk mengizinkan bahan bakar masuk ke pelabuhan Hodeidah.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (19/3/2021) dalam pernyataan yang disampaikan Dewan Keamanan PBB, mereka juga mengutuk serangan lintas batas terhadap Arab Saudi dan mengatakan peningkatan kekerasan di Marib dapat mengancam upaya untuk mengamankan penyelesaian politik saat komunitas internasional semakin bersatu untuk mengakhiri konflik di Yaman.

Diketahui bahwa pada 2015 lalu, koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi di Yaman usai Houthi yang berpihak pada Iran menggulingkan pemerintah negara itu di ibu kota Sanaa, Yaman. Penggulingan kekuasaan itu disebut Houthi untuk memerangi sistem pemerintahan yang dianggapnya korup.

Sejak menjabat pada Januari 2021, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menjadikan Yaman sebagai prioritas dan menunjuk utusan khususnya, Tim Lenderking, untuk membantu menghidupkan kembali upaya PBB yang terhenti untuk mengakhiri konflik Yaman. Hari Jumat (19/3), Lenderking mengatakan bahwa rencana untuk gencatan senjata sudah ada sebelum Houthi menguasai Yaman dan mendesak mereka memberikan respons terkait hal itu.

Dewan Keamanan PBB, yang diberi pengarahan tentang Yaman pada hari Selasa (16/3) lalu, menekankan perlunya de-eskalasi oleh semua pihak, termasuk diakhirinya segera eskalasi Houthi di wilayah Marib.

Mediator PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, memperingatkan perang di Yaman sedang "kembali dengan kekuatan penuh." Baik Griffiths dan Kepala Bantuan PBB, Mark Lowcock, juga mengatakan bahwa impor bahan bakar komersial ke pelabuhan Hodeidah telah diblokir sejak Januari lalu dan mendesak pemerintah untuk mengizinkan pengiriman bahan bakar tersebut.

Dewan Keamanan PBB "menyatakan keprihatinan atas situasi ekonomi dan kemanusiaan yang mengerikan, dan menekankan pentingnya memfasilitasi bantuan kemanusiaan serta pergerakan kapal bahan bakar ke pelabuhan Hodeidah."

Simak video 'Massa Demo di Istana Yaman Kecam soal Ekonomi-Gaji yang Belum Dibayar':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/ita)