Serangan Houthi Picu Kebakaran di Yaman, Puluhan Migran Tewas

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 19:00 WIB
Negara-negara Terpencil di Dunia Ini Bebas Corona?

Dari 193 negara anggota PBB, sedikitnya ada 18 negara yang belum melaporkan kasus COVID-19. Bebas Corona? Beberapa negara itu adalah Tuvalu, Vanuatu, Sudan Selatan, Lesotho dan Yaman. 

Hitungan itu disajikan oleh Johns Hopkins University, Sabtu (4/4).
Ilustrasi (Foto: AFP via Getty Images/ALEX MCBRIDE)
Dubai -

Kelompok hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa "proyektil tak teridentifikasi" yang diluncurkan oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman menyebabkan kebakaran pada 7 Maret lalu. Akibat kebakaran itu, puluhan migran tewas di fasilitas penahanan imigrasi di Sanaa, ibu kota Yaman.

Seperti dilansir AFP, Selasa (16/3/2021) Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara, termasuk Sanaa, yang pada tahun 2014 memicu perang yang menghancurkan.

"Puluhan migran tewas terbakar di Yaman pada 7 Maret 2021, setelah pasukan keamanan Houthi meluncurkan proyektil tak teridentifikasi ke pusat penahanan imigrasi di Sanaa, dan menyebabkan kebakaran," kata HRW dalam sebuah pernyataan.

"Para migran mengatakan proyektil pertama menghasilkan banyak asap dan membuat mata mereka berair dan perih. Proyektil kedua, yang oleh para migran disebut 'bom', meledak dengan keras dan menyulut api," kata HRW.

Ia menambahkan bahwa ratusan migran yang terluka sedang dirawat di rumah sakit di Sanaa.

Pekan lalu, Organisasi Internasional untuk Migran (IOM) mendesak pemberontak Houthi untuk memberikan akses tanpa hambatan kepada yang terluka. Dikatakan lebih dari 170 orang terluka, lebih dari setengahnya luka serius, dan sebanyak 60 orang tewas.

Dalam korespondensi dengan HRW, juru bicara Houthi, Mohammed Abdulsalam mengatakan insiden itu "tidak boleh dipolitisasi atau dieksploitasi".