International Updates

Inggris Berencana Tambah Pasokan Nuklir, Korut Akan Uji Coba Rudal ICBM

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 19:10 WIB
Britains Prime Minister Boris Johnson arrives at BBC Broadcasting House to appear on the Andrew Marr show, in London, Sunday, Oct. 4, 2020.  Johnson has defended his handling of the coronavirus pandemic, but warned that the country faces a “bumpy” winter ahead. Britain has Europe’s highest coronavirus death toll, at more than 42,000, and Johnson’s Conservative government is facing criticism from all sides. Opponents say tougher social restrictions are needed to suppress a second pandemic wave. (Victoria Jones/PA via AP)
PM Inggris, Boris Johnson, mengumumkan rencana negaranya menambah pasokan senjata nuklir (dok. Victoria Jones/PA via AP)
Jakarta -

Inggris berencana menambah pasokan senjata nuklir demi menghadapi ancaman global yang meningkat. Korea Utara (Korut) diperkirakan akan melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) baru dalam waktu dekat.

Dalam tinjauan keamanan dan pertahanannya, Inggris mengatakan pihaknya menghadapi risiko dari negara-negara bersenjata nuklir, munculnya negara nuklir baru dan terorisme nuklir yang disponsori negara. Ditegaskan Inggris bahwa penangkal nuklir diperlukan untuk menjamin keamanan wilayahnya dan sekutunya.

Kepala Komando Utara Militer AS, Jenderal Angkatan Udara Glen VanHerck, memperingatkan pada Selasa (16/3) waktu setempat, bahwa Korut akan melakukan uji coba rudal ICBM dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan sebelum kunjungan diplomat top AS dan Menteri Pertahanan AS ke Korea Selatan (Korsel).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (17/3/2021):

- Inggris Akan Tambah Pasokan Senjata Nuklir Hingga 40%, Buat Apa?

Inggris akan menambah pasokan hulu ledak nuklir buatannya dalam menanggapi ancaman global yang semakin meningkat. Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, mengungkapkan bahwa Inggris bisa meningkatkan persediaan hulu ledak nuklir hingga lebih dari 40 persen.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (17/3/2021), Johnson menyebut rencana menambah pasokan senjata nuklir itu dilakukan demi memastikan keamanan Inggris di tengah lingkungan global yang lebih berisiko dan meningkatnya ancaman teknologi baru.

Diketahui bahwa Inggris sebelumnya mengurangi pasokan senjata nuklirnya, dan pada tahun 2010, pemerintah Inggris menetapkan batasan 180 hulu ledak nuklir untuk pertengahan tahun 2020. Johnson mencabut batasan tersebut dan menyatakan jumlahnya sekarang akan meningkat menjadi angka maksimum, yakni 260 unit.

- Myanmar Bak Zona Pertempuran Usai Darurat Militer Diberlakukan

Sejak junta militer memberlakukan darurat militer, kondisi kota terbesar, Yangon, Myanmar berubah bak zona pertempuran dengan pemandangan kepulan asap di langit-langit kota. Kondisi ini menyebabkan para penduduk yang mengalami trauma melarikan diri dari lokasi tersebut.

Seperti dilansir AFP, Rabu (17/3/2021), hari Minggu (14/3) lalu disebut sebagai hari paling mematikan sejak kudeta, dengan kelompok pemantau lokal mendokumentasikan lebih dari 70 orang tewas - sebagian besar dari mereka tewas di kota industri Hlaing Tharyar, Yangon yang telah berubah layaknya zona pertempuran.

Sejak hari itu, junta memberlakukan darurat militer di Hlaing Tharyar dan di kota-kota lainnya, yang menempatkan hampir dua juta orang di bawah kendali penuh komandan militer. Banyak penduduk melarikan diri, sementara mereka yang tetap tinggal melaporkan adegan yang mirip dengan kondisi perang.

Selanjutnya
Halaman
1 2