Round Up

Kecaman Biden Kala Warga Asia di AS Makin Sering Dapat Serangan

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 06:25 WIB
Jakarta -

Beberapa waktu belakangan insiden serangan dan kekerasan rasial terhadap orang Asia-Amerika di sejumlah wilayah di Amerika Serikat (AS) meningkat tajam. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Bermula dari awal wabah pandemi COVID-19 menyebar di seluruh dunia, kasus pelecehan, serangan hingga kekerasan terhadap warga Asia di AS meningkat tajam. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, ribuan kasus dilaporkan ke pihak berwajib.

Seperti dilansir BBC, Jumat (12/3/2021), insiden kekerasan terjadi dalam berbagai tindakan, mulai dari diludahi saat sedang berada di area publik, hingga dilecehkan dengan perkataan maupun menyerang fisik warga Asia-Amerika.

Fenomena peningkatan angka kekerasan ini sebenarnya sudah diperingatkan oleh FBI (Biro Penyelidik Federal). Bahkan para aktivis mengatakan serangan itu adalah termasuk dalam kejahatan rasial, dan kerap dikaitkan dengan sikap menyalahkan orang Asia akibat penyebaran COVID-19.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan laporan yang merinci "tingkat yang mengkhawatirkan" dari kekerasan bermotif rasial dan insiden kebencian lainnya terhadap orang Asia-Amerika.

Para pendukung orang Asia-Amerika mengatakan kekerasan dapat dikaitkan dengan meningkatnya sentimen anti-Asia di AS. Sejumlah orang secara langsung menyalahkan retorika anti-China dari mantan Presiden Donald Trump, yang sering menyebut pandemi sebagai "virus China" atau "kung flu".

Selama pekan pertamanya menjabat, Presiden Joe Biden menandatangani tindakan eksekutif yang pada dasarnya melarang penggunaan bahasa semacam itu di dalam pemerintah federal.

Biden pun mengecam tindak kekerasan dan kejahatan bermotif ras tersebut. Biden menyebutnya sebagai 'kejahatan kebencian yang kejam' dan menyerukan agar tindakan semacam itu segera dihentikan.

Selanjutnya
Halaman
1 2