Miris! Ini Rentetan Serangan Terhadap Orang Asia di Amerika Serikat

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 15:28 WIB
Data yang dirangkum New York Times hingga Kamis (26/3/2020) melaporkan Amerika Serikat (AS) memiliki jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia.
Ilustrasi (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Serangkaian serangan terhadap warga keturunan Asia melonjak di berbagai wilayah Amerika Serikat (AS), terutama semenjak pandemi COVID-19 menghantam Negeri Paman Sam hingga menimbulkan angka kasus dan kematian yang tinggi.

Seperti dilansir dari Newsweek dan New York Times, Jumat (12/3/2021) berikut sederet serangkaian kasus serangan yang dialami warga Asia-Amerika.

Diteriaki Komentar Rasis

Di bulan April 2020, wanita bernama Yen Yen Pong (37) diteriaki oleh orang asing tanpa masker di Queens, Amerika Serikat. Pria yang tidak diketahui identitasnya itu meneriakkan komentar rasis tentang virus COVID-19.

Setelah Pong mencoba mengambil fotonya, pria itu mengambil ponselnya dan menghancurkannya di trotoar.

Pong, yang bekerja di sebuah perusahaan manajemen aset, mengatakan bahwa menurutnya wanita Asia-Amerika sangat berisiko mendapatkan serangan. Pendapat Pong didukung sebuah pengamatan dari Stop AAPI Hate yang menunjukkan bahwa wanita Asia-Amerika di New York disapa tiga kali lebih sering daripada pria.

"Nomor satu, saya orang Asia. Nomor dua, saya seorang wanita, "kata Ms. Pong. "Apa yang membuat saya menjadi target yang lebih baik dari itu?"

Pada Juli 2020, insiden serupa juga dialami Crisanna Tang, saat sedang naik kereta bawah tanah untuk bekerja di New York City, AS. Saat itu, seorang pria bermasker meludahinya dan berteriak bahwa orang China telah menyebabkan virus.

"Tidak ada penumpang lain yang turun tangan," kata Tang.

"Saya seperti, 'Ya Tuhan, saya tidak percaya ini benar-benar terjadi pada saya,'" imbuh wanita berusia 31 tahun, asisten ahli patologi di Jacobi Medical Center.

Lansia Didorong

Dalam laporan TIME pada 28 Januari lalu, bahwa seorang pria lanjut usia (lansia) keturunan Thailand, Vicha Ratanapakdee, didorong ke tanah saat berjalan pagi hari di San Francisco, California.

Kakek berusia 84 tahun itu meninggal dunia dua hari kemudian. Pelaku penyerangan, yang diidentifikasi sebagai Antoine Watson (19), telah ditangkap dan didakwa atas pembunuhan dan penganiayaan.

Lihat juga video saat 'Hendak Dikarantina, Bule Ini Marah-marah ke Kapolres Magelang':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2