Kenapa Orang Asia Dipukuli di Amerika Serikat?

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 11:43 WIB
Kejahatan kebencian terhadap orang Asia-Amerika di AS meningkat: Dari penghinaan hingga pembunuhan
Ilustrasi (Foto: BBC World)
Jakarta -

Kasus serangan dan kekerasan rasial terhadap orang Asia-Amerika di sejumlah wilayah di Amerika Serikat kian meningkat. Lalu apa alasan terjadinya tindakan represif tersebut?

Seperti dilansir dari BBC, Jumat (12/3/2021) sejak dimulainya pandemi COVID-19 satu tahun lalu, lonjakan pelecehan dan kekerasan terhadap warga Asia disana meningkat tajam. Ribuan kasus dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari diludahi dan dilecehkan secara verbal hingga insiden penyerangan fisik.

Para pendukung dan aktivis mengatakan ini adalah kejahatan rasial, dan sering dikaitkan dengan retorika yang menyalahkan orang Asia atas penyebaran COVID-19. Hal itu sudah diperingatkan oleh FBI (Biro Penyelidik Federal) yang mengatakan pada awal wabah COVID-19 di AS bahwa mereka memperkirakan akan terjadi lonjakan kejahatan rasial terhadap orang-orang keturunan Asia.

Sementara itu, pada akhir tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan laporan yang merinci "tingkat yang mengkhawatirkan" dari kekerasan bermotif rasial dan insiden kebencian lainnya terhadap orang Asia-Amerika.

Pada tahun lalu, sebuah kelompok advokasi, Stop AAPI Hate mengatakan menerima lebih dari 2.800 laporan insiden kebencian yang ditujukan pada orang Asia-Amerika secara nasional di AS. Kelompok tersebut bahkan menyiapkan alat pelaporan mandiri online pada awal pandemi.

Pada tahun 2020, gugus tugas kejahatan rasial Kota New York menyelidiki 27 insiden, meningkat sembilan kali lipat dari tahun sebelumnya. Di Oakland, California, polisi telah menambahkan patroli dan mendirikan pos komando di Chinatown.

Menurut laporan yang dirilis oleh Dewan Perencanaan Kebijakan Asia Pasifik, dari Maret hingga Mei 2020 saja, lebih dari 800 insiden kebencian terkait COVID-19 dilaporkan dari 34 kabupaten di negara bagian California, Amerika Serikat.

Bahkan menurut Pusat Studi Kebencian dan Ekstremisme, angka-angka itu terus meningkat di Orange County, di mana insiden kebencian anti-Asia naik sekitar 1.200%. Dilaporkan CBS News, di wilayah tetangga Los Angeles County, kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika naik 115%.

Para pendukung orang Asia-Amerika mengatakan kekerasan dapat dikaitkan dengan meningkatnya sentimen anti-Asia di AS. Sejumlah orang secara langsung menyalahkan retorika anti-China dari mantan Presiden Donald Trump, yang sering menyebut pandemi sebagai "virus China" atau "kung flu".

Selama pekan pertamanya menjabat, Presiden Joe Biden menandatangani tindakan eksekutif yang pada dasarnya melarang penggunaan bahasa semacam itu di dalam pemerintah federal.

Lihat juga video 'Miris! Pria yang Marahi-Pukul Bocah Ternyata Perangkat Desa di Banyumas':

[Gambas:Video 20detik]