International Updates

Boeing 737 MAX Bermasalah Lagi, Israel Tunda Vaksin Corona Pekerja Palestina

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 18:17 WIB
Rekam Jejak Boeing 737 Max hingga Pencabutan Larangan Terbang
ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Sebuah pesawat Boeing 737 MAX milik maskapai American Airlines berhasil mendarat dengan selamat setelah pilot mematikan satu mesin selama penerbangan. Pesawat tersebut mendarat di Newark, New Jersey, Amerika Serikat pada hari Jumat (5/3) waktu setempat setelah bertolak dari Miami.

Demikian disampaikan regulator keselamatan udara AS, Administrasi Penerbangan Federal (FAA), seperti dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (6/3/2021). Dalam pernyataannya, FAA mengatakan "pilot melaporkan mematikan sebuah mesin dalam penerbangan" tetapi pesawat itu dapat meluncur ke gate-nya dengan tenaga sendiri. FAA menyatakan akan menyelidiki insiden tersebut.

Diketahui bahwa pesawat Boeing 737 MAX kembali mengudara di Amerika Serikat akhir tahun lalu setelah di-grounded di seluruh dunia pada Maret 2019 menyusul dua kecelakaan maut.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (6/3/2021):

- Israel Tunda Pemberian Vaksin Corona untuk Pekerja Palestina

Otoritas Israel menunda rencana untuk memvaksinasi warga Palestina yang bekerja di negara Yahudi tersebut dan permukiman Tepi Barat. Penundaan ini disampaikan pada Jumat (5/3) waktu setempat hingga pemberitahuan lebih lanjut.

COGAT, badan militer Israel yang mengoordinasikan urusan sehari-hari dengan Otoritas Palestina, mengaitkan penundaan tersebut dengan "penundaan administratif". COGAT mengatakan bahwa tanggal mulai baru untuk kampanye vaksinasi tersebut akan ditentukan kemudian.

Program vaksinasi pekerja Palestina seharusnya dimulai pada hari Minggu (7/3) di perlintasan Tepi Barat ke Israel dan di zona-zona industri Israel.

- Cegah Pengungsi Myanmar Masuk, India Tingkatkan Patroli Perbatasan

Pasukan keamanan India meningkatkan patroli di perbatasan dengan Myanmar untuk menghentikan para pengungsi masuk. Ini dilakukan setelah beberapa polisi Myanmar menyeberang ke India untuk melarikan diri karena tidak mau mematuhi perintah dari junta militer di sana.

"Sampai sekarang, kami tidak mengizinkan siapa pun masuk," kata Maria Zuali, pejabat senior pemerintah India di distrik Champhai negara bagian Mizoram, kepada Reuters melalui telepon.

Langkah itu menyusul pembelotan di perbatasan oleh beberapa perwira polisi Myanmar berpangkat rendah, yang tidak mau mematuhi perintah untuk menindas aksi-aksi demonstrasi antikudeta.

Militer Myanmar menggulingkan pemerintah yang dipilih secara demokratis pada 1 Februari, memicu aksi-aksi protes nasional yang telah menewaskan lebih dari 50 orang.

Zauli mengatakan seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (6/3/2021), para tentara dan polisi India berpatroli di perbatasan pada hari Jumat (5/3) waktu setempat.

- Lebih dari 85 Juta Dosis Vaksin Corona Telah Disuntikkan di AS

Otoritas Amerika Serikat telah menyuntikkan 85.008.094 dosis vaksin COVID-19 pada warganya hingga Jumat (5/3) pagi waktu setempat. Demikian data terbaru yang disampaikan badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (6/3/2021), CDC juga menyatakan sebanyak 114.133.115 dosis vaksin COVID-19 telah didistribusikan ke seluruh wilayah negara tersebut.

Simak juga 'Boeing 737 MAX Kembali Boleh Mengudara di Langit Eropa':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2