Ada Masalah, Pilot Matikan Mesin Boeing 737 MAX Saat Mengudara

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 10:25 WIB
FILE - In this April 10, 2019, file photo a Boeing 737 MAX 8 airplane being built for India-based Jet Airways lands following a test flight at Boeing Field in Seattle. Boeing is reassuring airline industry leaders about the safety of the grounded 737 Max as it continues working to get the plane back in service. The aircraft maker invited about 30 union officials, safety experts and others to the Seattle area for two days of meetings with Boeing executives and factory tours. (AP Photo/Ted S. Warren, File)
ilustrasi (Foto: AP Photo/Ted S. Warren, File)
Jakarta -

Sebuah pesawat Boeing 737 MAX milik maskapai American Airlines berhasil mendarat dengan selamat setelah pilot mematikan satu mesin selama penerbangan. Pesawat tersebut mendarat di Newark, New Jersey, Amerika Serikat pada hari Jumat (5/3) waktu setempat setelah bertolak dari Miami.

Demikian disampaikan regulator keselamatan udara AS, Administrasi Penerbangan Federal (FAA), seperti dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (6/3/2021). Dalam pernyataannya, FAA mengatakan "pilot melaporkan mematikan sebuah mesin dalam penerbangan" tetapi pesawat itu dapat meluncur ke gate-nya dengan tenaga sendiri. FAA menyatakan akan menyelidiki insiden tersebut.

Diketahui bahwa pesawat Boeing 737 MAX kembali mengudara di Amerika Serikat akhir tahun lalu setelah di-grounded di seluruh dunia pada Maret 2019 menyusul dua kecelakaan maut.

Maskapai American Airlines mengonfirmasi kepada AFP bahwa masalah tersebut terkait dengan masalah tekanan oli mesin dan bukan pada sistem penanganan penerbangan yang salah, yang dikenal sebagai Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver, atau MCAS, yang terlibat dalam dua kecelakaan yang menewaskan total 346 orang.

"Semua pelanggan turun secara normal, tanpa dilaporkan adanya cedera pada penumpang atau awak," kata American Airlines.

737 MAX sempat menjadi tipe pesawat Boeing yang terlaris sampai akhirnya di-grounded, memaksa pabrikan untuk mengubah MCAS dan menerapkan protokol pelatihan pilot baru.

Larangan terbang global itu telah menyebabkan raksasa penerbangan Amerika itu jatuh ke dalam krisis, yang diperparah oleh penurunan global dalam perjalanan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, dan maskapai penerbangan membatalkan ratusan pesanan untuk pesawat tersebut.

Sebelumnya, larangan terbang pesawat Boeing 737 MAX juga dicabut oleh otoritas penerbangan Australia. Pencabutan larangan yang berlaku nyaris dua tahun terakhir itu menjadikan Australia sebagai negara pertama di kawasan Asia-Pasifik yang mengambil keputusan.

Simak juga 'Boeing 737 MAX Kembali Boleh Mengudara di Langit Eropa':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2